JK: Kalau Merasa Jalan Tol Mahal, Ya Kembali ke Jalan Biasa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, tarif jalan tol Trans Jawa mahal disebabkan nilai investasi pembangunan yang tinggi.

    BACA: Jokowi: Pembangunan Jalan Tol di Cianjur Segera Dimulai

    "Karena investasinya memang mahal, tapi itu (mahal) kalau jarak jauh. Kalau tidak mau merasa mahal, jalan biasa saja. Tapi (jalan tol) itu alternatif dari kecepatan, dia memang mahal tapi cepat," kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa 12 Februari 2019.

    Penerapan tarif jalan tol yang mahal itu, kata JK, juga tidak merugikan perusahaan pengiriman karena sistemnya juga diintegrasikan dengan jalan biasa.

    Dengan demikian, pengendara yang keberatan untuk membayar mahal tarif jalan tol, bisa menggunakan jalan alternatif namun dengan risiko kecepatan tidak seperti melalui jalan bebas hambatan.

    "Saya pikir tidak merasa dirugikan karena seluruh sistem jalan tol itu ada alternatifnya. Kalau anda merasa mahal, ya lewat jalan biasa. Pantura kan tidak ditutup, tetap jalan. Tetapi kalau merasa mahal, ya kembali ke jalan biasa," kata dia.

    JK mengatakan, penggunaan jalan tol memang lebih efektif jika digunakan oleh kendaraan besar yang menampung banyak penumpang, serta menempuh jarak jauh.

    "Tol itu kalau seperti bus, bagus, karena yang bayar kan mobilnya. Tapi kalau mobil jalan sendiri, cuma satu penumpang, ya kemahalan," kata dia.

    JK menuturkan masyarakat diberi pilihan untuk menggunakan jalan tol atau jalan alternatif. Tidak ada paksaan dari pemerintah agar masyarakat harus menggunakan jalan bebas hambatan.

    "Jadi tergantung mau pilih yang mana, mau murah atau mau cepat, semua ada harganya. Kalau mau pilih cepat ya mungkin delapan jam bisa sampai Surabaya. Tapi kalau mau pakai jalan biasa, mungkin butuh 12 jam," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skuter Listrik Makin Digemari, Kecelakaan Fatal Kerap Terjadi

    Skuter listrik makin digemari. Namun di kota London, Los Angeles, dan Singapura, pengendara skuter tersebut kerap mengalami kecelakaan fata.