Rizal Ramli: Indonesia di Era Jokowi jadi Pengimpor Gula Terbesar

Ekonom Rizal Ramli menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Kedatangan Rizal Ramli untuk melaporkan politikus Surya Paloh atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli mempertanyakan kebijakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal impor pangan. Padahal, kata Rizal Ramli, Jokowi dalam berbagai pidatonya sering menunjukkan keberpihakan pada petani lokal dan berjanji untuk mencapai swasembada pangan.

Baca: Rizal Ramli: Kebijakan Ekonomi Jokowi Masih Konservatif

"Pidatonya ke kanan, tapi kok kebijakan dan personalianya ke kiri, ini karena politik dijadikan alat bagi-bagi kekuasaan," kata Rizal dalam diskusi bertema "Jokowi Raja Impor?" di Sekretariat Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019. "Pak Jokowi, who are you walking for (Anda bekerja untuk siapa)?"

Rizal Ramli mencontohkan kebijakan impor pada komoditas gula. Di zaman kolonial Belanda, kata dia, Indonesia menjadi eksportir gula nomor satu di dunia bahkan kebun-kebun tebu di Indonesia menjadi penggerak industrialisasi di Belanda. Tapi empat tahun periode Jokowi, kata Rizal, Indonesia justru menjadi importir gula terbesar di dunia. "Kok bisa hasilnya empat tahun berubah semua?"

Data soal impor gula ini pertama diungkap ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri pada awal Januari 2018. Berdasarkan data Statista, kata Faisal, Indonesia menjadi juara impor gula pada periode 2017-2018 dengan besar impor 4,45 juta metrik ton. Angka itu diikuti oleh Cina di posisi kedua dengan 4,2 juta metrik ton dan Amerika Serikat dengan 3,11 juta metrik ton.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan impor yang dimaksud Faisal adalah impor gula industri. Impor pun telah melalui rekomendasi Kementerian Perindustrian. "Kami tidak mengimpor gula konsumsi. Tahun ini kita belum ada sama sekali belum," katanya di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.

Walau begitu, kata Rizal Ramli, ia memaklumi jika impor dilakukan karena ada kekurangan pasokan akibat actual scarcity alias kelangkaan alami, seperti kondisi cuaca. Namun yang sering terjadi, kata dia, adalah artificial scarcity alias kelangkaan semu. "Kelangkaannya dilebih-lebihkan."

Walhasil selain impor gula, kata Rizal, pemerintahan Jokowi juga mengimpor gula yang berlebih hingga 1,5 juta ton. Akibatnya, petani garam di Jawa Timur menangis karena garam mereka gak laku. Secara total, kata Rizal, nilai impor ini mencapai sekitar Rp 23 triliun atau dua kali lipat lebih besar dari anggaran Kementerian Pertanian.

Baca: Jokowi Izinkan Bidang Usaha Dikuasai Asing, Rizal Ramli: Kok Tega

Oleh sebab itu, Rizal Ramli menyebut empat tahun di masa Jokowi sebagai missing opportunity alias masa yang hilang. Akibat kelangkaaan semu itu, muncullah kegiatan impor yang ugal-ugalan dan praktik bagi-bagi rente. "Kami sudah laporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), ada surat keputusan menterinya, mudah-mudahan KPK bisa periksa menjelang April," ujarnya.






Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

9 jam lalu

Riza Patria dan Anies Baswedan Dukung Siapa Pun Pj Gubernur DKI Pilihan Jokowi

Riza Patria sebut dia dan Anies Baswedan mendukung Pj Gubernur DKI pilihan Jokowi menggantikan posisinya.


Tips Jaga Kesehatan Ginjal, Apa Lagi Selain Kurangi Konsumsi Garam dan Gula?

10 jam lalu

Tips Jaga Kesehatan Ginjal, Apa Lagi Selain Kurangi Konsumsi Garam dan Gula?

Ginjal sangat penting dijaga kesehatannya. Bagaimana caranya? Antara lain kurangi konsumsi garam dan gula. Mengapa?


Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

12 jam lalu

Tol Serpong - Balaraja Diresmikan, Grup Ciputra Siapkan Hunian Baru Seluas 350 Hektare

Grup Ciputra menyambut beroperasinya Tol Serpong - Balaraja seksi 1A dengan menyiapkan proyek terbarunya, CitraGarden Serpong.


Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

14 jam lalu

Jokowi Menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Koordinator SDGs 2024, Apa Sasarannya?

Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pengarah pencapaian SDGs 2024. Apa sasarannya?


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

1 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Kemendag Musnahkan 15 Jenis Barang Impor Ilegal Senilai Rp 11 Miliar

1 hari lalu

Kemendag Musnahkan 15 Jenis Barang Impor Ilegal Senilai Rp 11 Miliar

Kemendag memusnahkan belasan jenis barang impor ilegal yang kedapatan dilakukan di kawasan pergudangan Jaya Park, Sidoarjo, Jawa Timur.


Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

1 hari lalu

Terima Petani dan Buruh, Setpres Janjikan Aspirasi Soal Reforma Agraria Disampaikan ke Jokowi

Kepala Setpres Heru Budi Hartono mengatakan pemerintah terus menginventarisasi sedikitnya 34 masalah terkait reforma agraria


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

1 hari lalu

Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

Kapolda Metro Fadil Imran tak mempermasalahkan ada demo berjilid-jilid setelah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. Asal tak melanggar hukum.


Gelar Unjuk Rasa Tolak BBM Naik, Gerakan Rakyat Solo Bersatu Tuntut Jokowi Mundur

1 hari lalu

Gelar Unjuk Rasa Tolak BBM Naik, Gerakan Rakyat Solo Bersatu Tuntut Jokowi Mundur

Mereka menilai kebijakan yang diambil Jokowi justru menyebabkan tidak stabilnya perekonomian rakyat.