Tiga BUMN Garap Jalur Kereta 300 Kilometer di Filipina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Desa Menanti, Lubai, Muara Enim. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Proyek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Desa Menanti, Lubai, Muara Enim. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolaborasi tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Inka Multi Solusi Trading (IMST), Wika Beton serta Pindad menargetkan bisa menggarap jalur kereta api di Filipina, sepanjang 300 kilometer lebih dan saat ini masuk dalam uji ketahanan.

    BACA: PT Taspen Buka Lowongan Kerja: Karyawan Marketing Communication

    "Kami targetkan bisa menggarap jalur rel kereta di Filipina sepanjang 300-400 kilometer," kata Direktur Utama PT IMST, I Gede Agus Prayatna di Mejalengka, Selasa, 22 Januari 2019.

    Agus menuturkan saat ini pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan otoritas perkeretaapian di Filipina. Ketika kerja sama itu berhasil, maka akan ditingkatkan untuk pengerjaan proyek tersebut.

    Menurutnya PT IMST akan mengerjakan jalur kereta sepanjang 300 meter untuk dilakukan uji kelayakan oleh Pemerintah Filipina. Setelah dianggap layak, maka pihaknya akan mendapatkan proyek pengerjaan rel sepanjang 300-400 kilometer.

    "Ada peluang cukup besar dan kami tes trek di 300 meter dan kalau berhasil, maka akan dilanjutkan," tuturnya.

    Dia meyakini bahwa peluang yang dimiliki oleh PT IMST sangat terbuka, namun pihaknya juga memerlukan sinergi dengan penyedia bantalan rel yaitu PT Wika Beton dan juga PT Pindad. "Peluang cukup besar dan kami akan bersinergi untuk mencapai target tersebut, agar produk Indonesia bisa bersaing di luar negeri," ujarnya.

    Saat ini, ujar Agus, tiga BUMN yaitu PT IMST, PT Wika Beton dan PT Pindad, sedang bekerja sama untuk mengekspor bantalan rel kereta dan ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Ekspor itu lanjut Agus, dilakukan untuk mendukung pengerjaan jalur kereta sepanjang 300 meter dan ini merupakan bentuk sinergitas antar BUMN.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.