Prabowo Usul Bank Tani, Tak Jauh Berbeda dengan Janji Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi (kanan) dan calon presiden Prabowo Subianto saling menyapa saat menghadiri acara pengambilan nomor urut capres di  gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Kedua pasangan yang bertarung dalam pilpres 2019 tampak akrab dalam acara pengambilan nomor urut capres. REUTERS/Darren Whiteside

    Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi (kanan) dan calon presiden Prabowo Subianto saling menyapa saat menghadiri acara pengambilan nomor urut capres di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Kedua pasangan yang bertarung dalam pilpres 2019 tampak akrab dalam acara pengambilan nomor urut capres. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno berjanji bakal membentuk lembaga keuangan khusus yang ditujukan untuk para petani dan nelayan jika nanti keduanya menang dalam pemilihan presiden di 2019. Lembaga berbentuk Bank Tani dan Nelayan tersebut akan memberi bantuan pembiayaan untuk kedua sektor usaha ini.

    Baca: Dedi Mulyadi Minta Prabowo Tunjukkan Data Lengkap Warga Kelaparan

    "Ini sesuatu yang dirindukan petani," Direktur Materi dan Debat dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, dalam acara Rabu Biru "Outlook Ekonomi Indonesia 2019" di Rumah Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Januari 2019.

    Hanya saja, Sudirman belum menjelaskan secara rinci bentuk ataupun model dari Bank Tani dan Nelayan yang akan dibentuk nantinya jika pasangan tersebut terpilih. Sebab, detailnya akan 
    diatur dalam sebuah buku yang akan segera diterbitkan.

    Tapi sebetulnya wacana Bank Tani dan Nelayan ini bukanlah hal baru. Presiden Joko Widodo pernah berjanji akan mendirikan bank yang sama saat masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Bank ini nantinya akan memberikan pinjaman kredit dengan bunga ringan bagi petani dan nelayan.

    Juli 2015, Jokowi menyampaikan bahwa gagasan pendirian Bank Tani perlu kajian lebih serius agar petani menjadi bermartabat, dan tidak terjebak pengijon dan lintah darat. Tapi hingga kini, 
    rencana itu tak terdengar lagi kabarnya.

    Oktober 2018, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, pun menulis cuitan di akun twitternya @Dahnilanzar. "Bank tani dan nelayan adalah salah satu tawaran 
    @prabowo dan @sandiuno untuk memastikan akses permodalan bisa menjangkau petani dan nelayan untuk mendorong kapasitas ekonomi mereka. Bank Tani dan Nelayan menjadi salah satu 
    instrumen untuk membangun ekonomi berbasis pertanian dan kelautan."

    Cuitan Dahnil ini direspons oleh anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko lewat akun twittnya @budimandjatmiko. "Sudah ada #BUMDes yang juga bisa jadi 
    bank untuk petani dan nelayan. Langsung dimiliki oleh orang-orang desa. Mari adu program."

    Dahnil kembali merespons cuit tersebut. "Bank Tani dan Nelayan juga jadi janji Jokowi dulu tapi tak jalan, maka pendekatan model Grameen Bank dengan konsistensi antara janji dengan pelaksanaan penting."

    Meski tidak menyebutnya sebagai Bank Tani, tapi pada Juni 2018, Jokowi memang meresmikan korporasi petani pertama di Indonesia. Namanya yaitu Mitra Badan Usaha Milik Desa Bersama atau MBB Sliyeg di Kecamatan Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat. MBB Sliyeg ini dikelola Kementerian BUMN. Salah satu layanannya yaitu Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

    Walau begitu, masalah belum sepenuhnya selesai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasional mengatakan seluruh sektor sudah sebenarnya dapat menikmati KUR. Hanya nelayan yang masih belum bisa mendapatkan KUR.

    Baca: Prabowo Sedih Lulusan SMA Hanya Jadi Pengemudi Ojek

    Kemenko Perekonomian masih mengecek berapa harga rata-rata sebuah kapal yang bisa nantinya dibeli menggunakan pinjaman KUR oleh nelayan. Lalu, cara pengoperasiannya, apalah nelayan perorangan atau berkelompok. "Misal kira-kira harganya Rp 350 juta, nah bisa kami kasih (KUR). Kami masih pelajari," kata Darmin di kantornya, Jumat, 28 Desember 2018.

    Simak berita terkait Prabowo di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.