Harga Tiket Pesawat Domestik Naik, Pariwisata Bakal Terpukul

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Terminal B Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu (25/10). Dephub akan mengusulkan puluhan maskapai penerbangan nasional dicabut dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa. TEMPO/Budi Yanto

    Suasana Terminal B Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu (25/10). Dephub akan mengusulkan puluhan maskapai penerbangan nasional dicabut dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa. TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Medan - Kenaikan harga tiket pesawat diperkirakan bakal memukul industri pariwisata di Sumatera Utara. "Nanti pariwisata hanya untuk kalangan menengah atas saja," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara Wan Hidayati, Jumat, 11 Januari 2019. 

    Baca: Petisi Turunkan Tiket Pesawat, Ini Jawaban Kemenhub

    Wan menjelaskan, biaya transportasi merupakan salah satu aspek terpenting yang menunjang sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penerbangan domestik ke Sumatera Utara menyentuh 3,46 juta orang sepanjang Januari-November 2018. Angka ini naik tipis sebesar 3,43 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 3,35 juta orang.

    Volume penerbangan domestik ini masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan penerbangan internasional yang  naik 10,97 persen yakni menjadi 976.170 orang. Sementara jumlah penerbangan internasional di periode yang sama tahun lalu mengangkut 879.650 orang.  

    Jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara pun masih lebih besar dibandingkan moda transportasi lainnya. Pada periode Januari-November 2018, penumpang yang menggunakan moda transportasi laut tercatat sebanyak 71.452 orang atau tumbuh 9,89 persen dari periode yang sama pada 2017, yang sebesar 65.023 orang.

    Seperti diketahui, sejak medio 2018, pemerintah telah mencanangkan untuk menaikkan tarif tiket pesawat penerbangan domestik. Adapun kenaikan yang akan direalisasikan sebesar 5 persen dari tarif batas bawah sehingga totalnya menjadi 35 persen dari tarif batas bawah untuk kelas ekonomi. 

    Kenaikan harga tiket ini masih lebih kecil dibandingkan dengan usulan asosiasi perusahaan penerbangan nasional Indonesia (Indonesian National Air Carriers Association/INACA). Belakangan masyarakat membuat petisi online menolak kenaikan tarif tiket pesawat. 

    Sebelumnya diberitakan tak sedikit orang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat khususnya untuk penerbangan domestik. Salah satu netizen bernama Iskandar Zulkarnain memulai petisi online melalui laman Change.org untuk meminta diturunkanya harga tiket pesawat domestik.

    "Penerbangan domestik yang biasanya pulang pergi bisa di bawah Rp 1 juta, kini rata-rata di atas Rp 1 juta bahkan bisa Rp 2-4 juta pulang pergi per orang. Harga tersebut terpantau stabil tinggi dari Januari hingga beberapa bulan ke depan," tulis Iskandar dalam keterangan dalam petisi tersebut seperti dikutip pada Kamis, 10 Januari 2019.

    Baca: Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan, Menhub: Belum Lampaui Batas Atas

    Ada juga Luthfi Andi, netizen lainnya yang menandatangani petisi itu mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat. "Saya merasakan mahalnya penerbangan, berhubung keluarga saya di Pontianak sementara saya bekerja di Timika. Harga tiket sangat tidak wajar terutama di hari hari besar, bahkan bisa sampai 6 jutaan hanya untuk satu kali jalan dan belum PP," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.