Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Tak Pinjam dari Dua Lembaga Ini

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli diperiksa terkait dugaan pencemaran nama baik Ketua Nasdem Surya Paloh di Polda Metro Jaya, 24 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyampaikan bahwa utang luar negeri bagi suatu negara berkembang seperti Indonesia sebenarnya adalah hal yang biasa. Tapi Rizal mewanti-wanti agar pemerintah Indonesia tidak meminjam uang dari lembaga multilateral seperti International Monetary Fund (IMF) maupun World Bank atau Bank Dunia.

Baca: Jokowi Izinkan Bidang Usaha Dikuasai Asing, Rizal Ramli: Kok Tega

"Banyak prasyarat yang merupakan jebakan-jebakan neoliberalisme," kata Rizal dalam cuitan di akun twitternya, @RamliRizal pada pukul, 11.00 WIB, Rabu, 2 Januari 2018.

Bahkan Rizal menyebut bahwa belakangan ini, ada pula pinjaman antar negara yang dirancang sebagai loan to owned. Dalam skema ini, kata dia, pinjaman atau utang, sengaja dimark-up alias digelembungkan agar macet. Sehingga, aset pada suatu negara bisa dimiliki atau dikuasai oleh negara lain dalam jangka panjang.

Saat ini, perdebatan soal utang ini masih terus berlanjut hingga beberapa bulan menjelang pemilu presiden pada 17 April 2019 mendatang. Baru-baru ini, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, berpendapat dalam membangun infrastruktur, pemerintah tidak harus mendanai dari utang luar negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah-telah jauh hari menyampaikan bahwa pembiayaan infrastruktur tanpa utang bukanlah hal baru di era pemerintahan Joko Widodo. Indonesia pun, kata Sri, tidak lagi meminjam uang ke IMF maupun World Bank. "Mereka kasih pinjaman ke negara yang mengalami krisis neraca pembayaran," kata Sri saat acara IMF/World Bank, Oktober 2018.

Lebih lanjut, Rizal Ramli menyebut jika pembangunan Indonesia berlandaskan utang ataupun neoliberalisme ala Bank Dunia, maka Indonesia tidak akan mampu tumbuh seperti Jepang dan Cina. "Karena jika tumbuh di atas 6,5 persen, pasti ekonomi kepanasan, jadi utang harus dikurangi," ujarnya.

Untuk itu, Rizal Ramli meminta pemerintah meninggalkan pembangunan ekonomi neoliberal ala Bank Dunia jika ingin tumbuh lebih tinggi. Hanya saja, Rizal tidak merinci lebih lanjut model seperti apa yang disebutnya sebagai pembangunan ekonomi neoliberal itu. Rizal hanya menyampaikan tidak ada satupun negara yang berhasil menjadi negara maju dengan mengikuti resep yang dianjurkan Bank Dunia. "Tidak di Amerika Latin, tidak di Asia, apalagi Afrika."






Aliran Modal Asing Rp 7,3 T Masuk Pasar Surat Utang Negara Indonesia

1 hari lalu

Aliran Modal Asing Rp 7,3 T Masuk Pasar Surat Utang Negara Indonesia

Investor asing mencatatkan inflow tertinggi ke pasar obligasi Indonesia dalam setahun terakhir.


Nunggak Bayar SPP, Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan Utang hingga 80 Persen

2 hari lalu

Nunggak Bayar SPP, Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan Utang hingga 80 Persen

Kemenkeu mengatakan terdapat keringanan utang atas sumbangan pembinaan pendidikan (SPP Mahasiswa) atau uang kuliah hingga 80 persen.


Cadangan Devisa Naik jadi USD 134 Miliar, BI: Mampu Dukung Ketahanan Eksternal dan Jaga Stabilitas

2 hari lalu

Cadangan Devisa Naik jadi USD 134 Miliar, BI: Mampu Dukung Ketahanan Eksternal dan Jaga Stabilitas

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia per November 2022 mencapai US$ 134 miliar atau naik US$ 3,8 miliar ketimbang bulan sebelumnya.


Ghana Akan Bereskan Utang Dalam Negeri untuk Mengakhiri Krisis Ekonomi

3 hari lalu

Ghana Akan Bereskan Utang Dalam Negeri untuk Mengakhiri Krisis Ekonomi

Ghana akan meluncurkan swap domestic debt untuk membantu memulihkan stabilitas ekonomi makro, mengakhiri utang dan krisis ekonomi terburuk di Ghana


Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

3 hari lalu

Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

Program keringanan utang yang diluncurkan pemerintah pada tahun ini telah membantu 2.109 debitur kecil.


Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

5 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

6 hari lalu

Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

Utang luar negeri adalah setiap pembiayaan melalui utang dari pemberi pinjaman yang diikat suatu perjanjian pinjaman dan harus kembali sesuai persyaratan


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

8 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

8 hari lalu

Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

Negara-negara Afrika yang menghadapi krisis pangan, membutuhkan dukungan likuiditas. Dalam beberapa kasus ada negara yang membutuhkan keringanan utang


Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

9 hari lalu

Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

Emiten baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memproyeksikan baru dapat melunasi sisa utang senilai US$1,7 miliar dalam 17 tahun.