Sandiaga Uno dan Gerindra Buka Suara Soal Iklan yang Tuai Kritik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah video berdurasi 1 menit yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. (sumber: https://twitter.com/hariadhi/

    Sebuah video berdurasi 1 menit yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. (sumber: https://twitter.com/hariadhi/

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan tidak ada yang salah dari iklan kampanyenya bersama calon Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sandiaga, hal yang ingin disampaikan dari iklan tersebut ialah meningkatkan kesempatan kerja.

    Baca juga: Video Iklan Prabowo - Sandiaga Ini Dianggap Lecehkan Freelancer

    "Nothing wrong with freelancing, freelancing itu halal dan mulia, tapi kita ingin pekerjaan memiliki dampak ekonomi yang lebih baik, oleh karena itu kita harus duduk bersama," kata dia di Hotel Grand Cempaka, Senin, 17 Desember 2018.

    Sebelumnya, video yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. Selain dianggap melecehkan profesi pekerja freelance, iklan itu dinilai menyinggung profesi arsitek. 

    Dalam video itu digambarkan anak muda yang baru menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Teknik Arsitek. Di awal video diperlihatkan Prapurna S yang baru mengikuti prosesi wisuda dan foto bersama orang tuanya di sebuah studio foto. 

    Dalam narasi video itu disebutkan bahwa Prapurna optimistis dengan titel yang dimilikinya dan predikat Magna Cumlaude yang disandangnya bisa dengan mudah mencari pekerjaan. "Katanya kan lowongan banyak, jadi bisa kerja, kerja, kerja. Tinggal nunggu panggilan, deh," katanya di dalam video itu. 

    Namun setelah beberapa waktu mengirimkan banyak lamaran pekerjaan dan mendatangi wawancara kerja, Prapurna belum juga mendapat pekerjaan yang diidamkan. Hingga akhirnya sang ayah bertanya hasil pencarian kerja itu. 

    Prapurna lalu banting setir dengan mencoba sekian banyak pekerjaan yang tak lagi sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Muai dari jasa antar, petugas bell boy, valet parking, hingga fotografer. "Sementara, kerja gini juga enak, kok. Gajinya juga oke," katanya.

    Namun hal ini tidak disetujui sang ayah. "Situasinya harus segera diubah. Gak bisa nunggu, gimana nanti. Sudah sekarang waktunya mikir, harus mikir. Sudah waktunya kita bergerak, untuk Indonesia adil makmur dengan Prabowo dan Sandi," kata si ayah.

    Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menjelaskan, iklan tersebut merupakan gambaran harapan orang tua kepada anaknya. Dia mengatakan orang tua menyekolahkan anaknya untuk mendapatkan pekerjaan formal yang layak.

    Andre mengatakan, tidak ada yang salah dengan profesi pekerja lepas. Namun, perbedaan pekerjaan informal dan formal, kata dia, ialah geliat perekonomian yang ditimbulkan. "Pak Jokowi tidak berhasil menciptakan lapangan pekerjaan formal," ujar dia saat dihubungi Tempo.

    Video kampanye itu viral karena dinilai telah melecehkan profesi pekerja lepas atau freelancer. Salah satu netizen menilai video iklan itu tidak mendidik karena mengajak anak muda terus menjadi pencari kerja.

    Namun ada juga yang memuji video iklan Prabowo - Sandiaga Uno tersebut. Sebab, iklan tersebut berupaya mengatasi masalah lapangan pekerjaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.