Lion Air Lanjutkan Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga Korban pesawat jatuh lion Air JT 610 melakukan aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta, 13 Desember 2018. Dalam aksinya keluarga korbon yang belum ditemukan meminta kepada Presiden Joko Widodo dan pihak Lion air untuk melanjutkan pencarian terhadap 64 korban yang lom ditemukan diperairan Karawang. Tempo/Amston Probel

    Keluarga Korban pesawat jatuh lion Air JT 610 melakukan aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta, 13 Desember 2018. Dalam aksinya keluarga korbon yang belum ditemukan meminta kepada Presiden Joko Widodo dan pihak Lion air untuk melanjutkan pencarian terhadap 64 korban yang lom ditemukan diperairan Karawang. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Operator maskapai penerbangan Lion Air menganggarkan Rp 38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT 610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat akhir Oktober lalu.

    Baca: Keluarga Korban Lion Air Demo di Istana, Kirim Surat ke Jokowi

    Dalam keterangan resmi yang diterima, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan swasta asal Belanda. Kapal laut asal Belanda MPV Everest akan dikerahkan untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat.

    Danang menjelaskan, apabila ditemukan kembali jenazah kru dan penumpang maka akan diambil lalu diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). "Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (cockpit voice recorder/CVR)," ujarnya, Senin dini hari, 17 Desember 2018.

    Kapal MPV Everest yang saat ini berada di Johor Bahru, Malaysia, dijadwalkan tiba di perairan Karawang pada Rabu besok, 19 Desember 2018. Waktu kedatangan kapal itu dua hari lebih lambat dari yang direncanakan semula.

    Pasalnya, kapal terkendala cuaca buruk di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir. Kapal MPV Everest diagendakan berlayar mulai hari ini dengan perkiraan waktu tempuh dua hari lima jam sampai perairan Karawang.

    Pihak Lion Air menyatakan pencarian korban dan bagian kotak hitam JT 610 dengan MPV Everest akan dipusatkan di area koordinat hasil pemetaan terakhir lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Misi ini akan dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

    Baca: Dikabarkan Turunkan Batas Bagasi Penumpang, Ini Respons Lion Air

    Seperti diketahui pesawat Lion Air JT 610 bernomor registrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu. Dari jumlah tersebut, ada 125 jenazah korban yang sudah berhasil diidentifikasi hingga Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.