Menhub Minta Penumpang Berani Tanya Ramp Check Sebelum Naik Bus

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirut AirNav Indonesia Novie Riyanto (kiri) dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kanan) memberi keterangan pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirut AirNav Indonesia Novie Riyanto (kiri) dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kanan) memberi keterangan pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta para pemudik di masa liburan natal dan tahun baru 2019 tidak menaiki bus pariwisata yang tidak melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan dan keselamatan.

    Simak: Pembunuhan Pekerja Istaka Karya, Menhub: Tangkap Pelakunya

    "Penumpang harus memilih dan lebih berani, kalau gak ada (surat tanda ramp check) jangan naik," kata Budi saat ditemui di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Minggu, 9 Desember 2018.

    Budi mengungkapkan bahwa masalah umum yang terjadi di masa mudik saat ini adalah kecelakaan, terutama pada bus pariwisata. Oleh sebab itu, kementerian menaruh perhatian tinggi dengan meminta Dinas Perhubungan dan Kepolisian di daerah melalukan ramp check pada seluruh bus pariwisata. "Mereka gak pernah ramp check, hanya mangkal di homebase lalu tiba-tiba di sewa," kata Budi.

    Budi meminta semua masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa bus pariwisata untuk menanyakan langsung surat tanda Ramp Check tersebut. Tanpa itu, bisa saja bus dalam keadaan tidak baik, entah itu ban yang rusak, rem yang tidak berfungsi, maupun komponen lainnya yang menyebabkan bus tidak laik jalan.

    Sejak jauh-jauh hari, pemerintah menyampaikan bahwa ramp check pada bus-bus efektif menekan tingkat kecelakaan di masa-masa peak season seperti pada masa liburan panjang. "Dampaknya tinggi sekali dapat menurunkan 20-30 persen kecelakaan, tahun ini kita harapkan dapat menurun lagi," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di lokasi ramp check, Sabtu, 25 November 2017.

    Oleh karena itu, kata Budi Karya, Kementerian Perhubungan ingin konsisten bekerjasama dengan PT Jasa Raharja dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda). "Kita akan dorong lagi ramp check biar turun lagi (persentase kecelakaan) 30 persen lagi. Supaya orang percaya bus angkutan massal yang benar bisa diandalkan," ujarnya.

    Adapun kecelakaan pada bus wisata, setidaknya terjadi tiga bulan lalu, 8 September 2018. Bus rombongan karyawan dealer motor Honda, PT Catur Putra Group (CPG) di Cikidang, Sukabumi mengalami kecelakaan di Jalan raya Penghubung Cibadak - Palabuhanratu, di Kampung Bantarselang RT 02/11 Desa Cikidang Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. 23 dari 28 penumpang tewas dalam insiden ini.

    Di tahun 2017, kata Budi, kementerian baru bisa melalukan ramp check pada 70 persen bus pariwisata. Sementara 30 persen sisanya untuk proses penegakan hukum dengan ditilang langsung di jalan oleh kepolisian. Maka untuk memastikan lebih banyak bus yang melakukan ramp check Budi berjanji akan berkeliling mengecek kondisi bus di beberapa titik.

    Dalam waktu dekat, Budi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal menjajal jalan dari Jakarta ke Surabaya. Selain untuk memastikan kondisi jalan untuk mudik, juga kondisi bus wisata yang digunakan masyarakat. Lalu, Menhub juga berjanji akan ada inspeksi dadakan atau sidak di beberapa lokasi lainnya seperti Bandara Soekarno Hatta, Tangerang dan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.