Menteri Basuki: Ruas Tol Trans Jawa Selatan Bakal Tersambung

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Salatiga-Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 12 September 2018. Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku operator tol tersebut, hingga pekan pertama September 2018, proses pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 32 kilometer itu telah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai akhir Oktober mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Salatiga-Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 12 September 2018. Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku operator tol tersebut, hingga pekan pertama September 2018, proses pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 32 kilometer itu telah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai akhir Oktober mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan setelah menuntaskan ruas tol Trans Jawa bagian utara, pemerintah juga bakal menyambungkan ruas tol Trans Jawa bagian selatan yang melewati Bandung, Jawa Barat.

    Baca: Menteri Rini Klaim Tol Trans Jawa Beroperasi, Mudik Lebih Irit

    "Desember ini seluruh ruas tol Trans Jawa bagian Utara akan tersambung, dan kita juga akan melanjutkannya dengan Trans Jawa bagian Selatan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat membuka acara pameran penyelenggaraan infrastruktur nasional bertajuk "Dynamic Youth Fest" di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

    Basuki memastikan bahwa ruas tol Trans Jawa bagian selatan itu akan melewati Bandung yang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Barat itu. Basuki juga mengatakan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahwa Presiden Jokowi baru saja meresmikan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi.

    Ridwan Kamil mengapresiasi berbagai pembangunan beragam infrastruktur yang dibangun di Jawa Barat yang populasinya adalah sekitar 25 persen atau seperempat dari seluruh penduduk Indonesia. "Saya bangga kecepatan kementerian bapak (Menteri PUPR) mempersembahkan infrastruktur yang panjang di tempat yang sulit ternyata bisa dilakukan dengan cepat," kata Ridwan Kamil.

    Adanya ruas tol bagian selatan maka warga yang ingin ke Bandung tidak hanya melewati Cipularang tetapi juga bisa melewati Bogor melalui jalur selatan.

    Direktur Utama BUMN Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra, meyakini bahwa pembangunan ruas jalan tol seperti Trans Jawa dan Trans Sumatra bakal membuat efek ganda yang bisa melipatgandakan aktivitas perekonomian nasional. "Tol itu akan jalan dan bisa meng-'generate' (membangkitkan) ekonomi di seluruh atau di sekeliling jalan tol," kata I Gusti Ngurah Putra dalam wawancara di kantor Waskita Karya di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2018.

    I Gusti Ngurah Putra mencontohkan dengan menggunakan tol Trans Jawa yang kini bisa ditempuh hingga sekitar waktu 10 jam dengan ruas tol yang sudah tembus dari ujung ke ujung, maka barang yang dikirim dari Jawa Timur ke Jakarta atau sebaliknya juga akan tiba dengan keadaan segar.

    Selain itu, ujar dia, pengiriman truk barang yang tadinya hanya satu rit sekarang bisa menjadi dua rit yang berarti juga meningkatkan produktivitas.

    Dirut Waskita Karya juga menuturkan mendapat pemahaman dari konsultan yang memberitahukan kepadanya bahwa ruas tol North-South di Malaysia, setelah beroperasi lebih dari 10 tahun, ternyata juga bisa membangkitkan hingga sekitar 30 persen dari PDB negara jiran tersebut.

    Menurut dia, selain membangun jalan tol, pemerintah akan memperluas jaringan listrik, air, atau pun pelabuhan yang bisa melakukan ekspor-impor, hal itu juga akan menghasilkan "multiplier effect" atau efek ganda hanya dari membangun beragam infrastruktur itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?