Dapat Kontrak Baru Rp 12,7 Triliun, Adhi Karya: Lampaui Target

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan LRT Jabodetabek di ruas tol Jagorawi, Jakarta, 4 Agustus 2017. Peninjauan ini dilakukan bersama dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman bersama dengan Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto. TEMPO/Yovita Amalia

    Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan LRT Jabodetabek di ruas tol Jagorawi, Jakarta, 4 Agustus 2017. Peninjauan ini dilakukan bersama dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman bersama dengan Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto. TEMPO/Yovita Amalia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan perseroan tersebut akan mendapatkan kontrak baru senilai Rp 12,7 triliun, yang terdiri dari Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Dalam Kota Jakarta, dan renovasi Bandara Soekarno-Hatta dalam sisa tahun ini.

    Baca juga: Adhi Karya Klaim Segera Dapat Pembayaran LRT Jabodebek Rp 2,84 T

    "November ini ada kontrak baru yang sudah masuk Rp 2,1 triliun tapi belum tercatat. Lalu kami sudah ada pipeline Tol Sigli-Banda Aceh nilainya Rp 8,4 triliun, enam ruas Tol Dalam Kota Rp 1,4 triliun dan renovasi Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Rp 800 miliar. Tiga kontrak itu akan ditandatangani akhir tahun," ujar Entus dalam keterangan resminya yang diperoleh di Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

    Dia menjelaskan bahwa dengan tambahan senilai Rp 12,7 triliun tahun ini, perseroan akan mengumpulkan kontrak baru sebesar Rp 25,3 triliun. "Itu melebihi target kontrak baru yang ditetapkan pada tahun ini yakni Rp 23,3 triliun," ucapnya.

    Hingga Oktober 2018, Adhi Karya mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 12,3 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru pada Oktober 2018 ini salah satunya adalah proyek bendungan di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp127,7 miliar.

    Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2018 didominasi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89,9 persen, properti sebesar 8,6 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah tercatat sebesar 25,6 persen, BUMN sebesar 27,6 persen, sementara swasta/lainnya sebesar 46,8 persen. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 61,9 persen, proyek jalan dan jembatan sebesar 20,8 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 17,3 persen.

    Selain itu pencapaian kinerja Adhi Karya hingga September 2018 meraih laba bersih sebesar Rp 335 miliar, meningkat 63,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp205 miliar.

    Peningkatan laba bersih Adhi Karya tersebut didukung dari perolehan pendapatan usaha pada September 2018 sebesar Rp 9,43 triliun, meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 8,71 triliun dan perolehan laba kotor sebesar Rp 1,48 triliun, meningkat 47,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 1,01 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.