Menteri Airlangga Hartarto: RI Butuh 4 Juta Wirausaha Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Kendaraan karya anak bangsa ini memiliki daya angkut sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang telah dimodifikasi pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Kendaraan karya anak bangsa ini memiliki daya angkut sebesar 700 kg. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi, Indonesia setidaknya harus memiliki 4 juta wirausaha baru. Saat ini, kata Airlangga, Indonesia baru memiliki sekitar 3,1 persen wirausaha dari total penduduk.

    Baca juga: Airlangga Hartarto Jamin Revisi DNI Tak Mengancam Industri Kecil

    "Maka itu, agar Indonesia menjadi negara maju, pemerintah terus memacu pertumbuhan wirausaha termasuk industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saingnya di era digital," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 23 November 2018.

    Airlangga mengatakan Indonesia masih perlu menggenjot wirausaha lainnya untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melebihi standar internasional yang sebesar 2 persen.

    Ia mencontohkan Singapura yang saat ini sudah mencapai angka 7 persen dan Malaysia yang berada di level 5 persen. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa.

    Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian membuat platform e-commerce yang bernama e-Smart IKM. Platform tersebut digunakan untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia.

    Selain itu, pemerintah membuat program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif. Layanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu digunakan untuk menyediakan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

    “Laku Pandai juga salah satu platform digitaluntuk jualan tanpa barang kelihatan, seperti voucher pulsa telepon atau listrik. Ini bisa menambah profit pelaku usaha kita,” kata Airlangga Hartarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.