Sandiaga Targetkan UMKM Daftar OK Oce Tembus 50 Ribu

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno (tengah) memainkan boneka ayam saat kunjungan di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno menjelaskan kewirausahaan dalam bidang perekonomian produk lokal dan UMKM untuk menggantikan produk impor hingga dapat mengekspornya. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno (tengah) memainkan boneka ayam saat kunjungan di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, 14 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno menjelaskan kewirausahaan dalam bidang perekonomian produk lokal dan UMKM untuk menggantikan produk impor hingga dapat mengekspornya. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta -Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengklaim bahwa saat ini pendaftar One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship atau Ok Oce melalui aplikasi sudah mencapai 10.000 di luar Jakarta. Target dalam tiga bulan ke depan Sandi berharap bisa mencapai 50.000 pendaftar.

    “Kalau digenjot dua sampai tiga bulan ke depan akan sampai 50.000 karena ini kan sangat luas sekali cakupannya,” katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan bahwa tidak akan menjadikan Ok Oce sebagai lembaga sehingga menggangu program yang sudah ada di Ibu Kota. Hal ini karena agenda tersebut sudah menurunkan pengangguran sebanyak 20.000 jiwa dan dinikmati masyarakat di 44 kecamatan.

    “Ini bentuknya harus jadi gerakan ekonomi. Rakyat tidak harus lagi berharap program yang dipelopori pemerintah, tapi jadi sebuah gerakan yang partisipatif kolaboratif,” ungkapnya.

    Ok Oce adalah program pemerintahan DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk meningkatkan UMKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?