Perhatian Pemerintahan Jokowi pada Startup Dinilai Cukup Besar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Global Intrepreneurship Network President Jonathans Ortmas ( tengah), memberi keterangan bersama Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait Start Up Nations Summit 2018 di Surabaya, 16 November 2018. TEMPO/Kukuh S. Wibowo

    Global Intrepreneurship Network President Jonathans Ortmas ( tengah), memberi keterangan bersama Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait Start Up Nations Summit 2018 di Surabaya, 16 November 2018. TEMPO/Kukuh S. Wibowo

    TEMPO.CO, Surabaya - Pengamat startup dunia, Lenard Konschwitz, mengatakan perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terhadap kiprah pelaku usaha rintisan cukup besar. Ajang Startup Nation Summit Surabaya 2018 pada 16-18 November 2018, menurutnya, salah satu wujud kepedulian itu.

    Baca juga: Global Entrepreneurship Network: Startup Solusi Ekonomi Dunia

    "Melalui kegiatan ini pemerintah terlihat ingin menjembatani startup dengan komunitas internasional," kata Koschwitz yang juga Senior Directot Global Policy Allied For Startup kepada Tempo, Sabtu sore, 17 November 2018.

    Koschwitz yang mengamati perkembangan startup di negara-negara Eropa serta beberapa negara Asia melihat ekosistem startup Indonesia kian tumbuh, terutama kaum mudanya. "Banyak di antara mereka menciptakan aplikasi-aplikasi baru," tuturnya.

    Tumbuhnya pelaku usaha rintisan di Indonesia, kata dia, cukup melegakan mengingat Indonesia negara penting di ASEAN dan Asia. Sebab dengan sendirinya akan membuka ruang pelaku usaha lain dan berefek pada peningkatan ekonomi masyarakat. "Sekarang ini eranya global, usaha rintisan dengan teknologi yang makin maju mampu melintasi batas negara," ucapnya.

    Belajar pada pengalaman negara-negara lain, tutur Koschwitz, ia melihat tak perlu ada yang dikhawatirkan seandainya terjadi pergantian rezim. Alasannya, di era global seperti sekarang ini, sekat-sekat batas negara sudah tidak ada lagi.

    "Yang penting adalah kreativitas dan jiwa berwirausaha. Pemerintah, siapa pun itu, sifatnya hanya suport dan membantu menciptakan pasar," katanya.

    Startup Nation Summit 2018 di Surabaya diikuti sekitar 170 pelaku usaha rintisan dari berbagai belahan dunia. Beberapa di antara mereka menggelar presentasi pada Sabtu siang hingga sore.

    Mereka antara lain dari perwakilan Google dan pelaku usaha rintisan yang telah berhasil. Beberapa di antaranya ialah Developer Relations Google Sami Kizilbash, Senior Program Manager Google Sebastian Trzcinski-Clement dan Program Manager Google Marcus Foon.

    Sebelumnya, Presiden Global Entrepreneurship Network Jonathan Ortmans mengatakan startup dan entrepreneur bisa menjadi solusi alternatif bagi perekonomian dunia. Menurutnya, di era saat ini start up sebuah keniscayaan. "Ini sesuatu yang serius, jadi startup jangan dibuat coba-coba," katanya.

    Startup Nation Summit 2018 ditutup Ahad, 18 November dengan kegiatan Mlaku-mlaku nang Tunjungan (jalan-jalan di Jalan Tunjungan, Surabaya). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan penghargaan pada pelaku pahlawan ekonomi dan pelaku pembangunan Kampung Arek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.