Pasca Gempa dan Tsunami, Palu Alami Inflasi Tertinggi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintas jalanan sebulan pasca-gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 28 Oktober 2018. Satu bulan pascagempa, tsunami, dan pencairan tanah (likuefaksi) pada 28 September 2018, kondisi perekonomian di Kota Palu membaik. ANTARA.

    Sejumlah pengendara melintas jalanan sebulan pasca-gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 28 Oktober 2018. Satu bulan pascagempa, tsunami, dan pencairan tanah (likuefaksi) pada 28 September 2018, kondisi perekonomian di Kota Palu membaik. ANTARA.

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengalami inflasi yang terbesar se-Indonesia yaitu mencapai 2,27 persen month-to-month atau mtm pada Oktober 2018. Kenaikan inflasi ini merupakan dampak dari kejadian gempa dan tsunami yang menerjang kota tersebut pada 28 September 2018.

    BACA: Bank Mandiri Bangun 100 Hunian Sementara Bagi Korban Gempa Sigi

    "Sebagaimana yang kita ketahui, bencana terjadi di kota ini," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018. Palu adalah satu dari 66 kota yang mengalami inflasi. Sedangkan, 16 kota lainnya mengalami deflasi.

    Inflasi yang dialami Palu lebih besar delapan kali lipat dibandingkan inflasi bulanan secara nasional yang hanya 0,28 persen (mtm). "Akan tetapi proses recovery di Palu sudah cukup besar, sehingga diharapkan pada bulan depan akan normal kembali," kata dia.

    BACA: 100 Gempa 2-5 M Landa Papua Barat Sepanjang 2018

    Beberapa hari setelah diterjang bencana, harga bahan makanan di Palu memang meningkat tajam. Ini terjadi karena banyaknya kerusakan yang dialami sejumlah sentra produksi dan banyaknya daerah yang terisolir sehingga akses makanan dan kebutuhan lainnya terbatas. Harga elpiji melon tercatat pernah mencapai Rp 35.000 hingga dari harga eceran tertinggi sebesar Rp 16.500. Kemudian harga telur ayam Rp 4.000 per butir dari harga normal sekitar Rp 1.500.

    Menurut Suhariyanto, sejumlah komoditas menyumbang kenaikan terbesar yaitu makanan jadi dan lauk pauk sebesar 0,49 persen tiket angkutan udara 0,41 persen, lalu 0,1 persen dari harga ikan dan semen. "Kalau bahan makanan lain relatif tidak terlalu besar," kata dia.

    Selain Palu, inflasi bulanan terendah dialami Kota Cilegon, Banten yaitu sebesar 0,01 persen. Lalu deflasi terbesar dialami oleh Bengkulu dengan -0,74 persen dan Tangerang, Banten sebesar -0,01 persen. Adapun secara nasional, inflasi tahunan masih sekitar 3,16 persen atau lebih rendah dari proyeksi pemerintah yaitu 3,5 persen plus minus 1 persen.

    Baca berita tentang gempa lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.