Selasa, 20 November 2018

Alasan Menhub Budi Karya Bebas Tugaskan Direktur Teknik Lion Air

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirut AirNav Indonesia Novie Riyanto (kiri) dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kanan) memberi keterangan pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirut AirNav Indonesia Novie Riyanto (kiri) dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (kanan) memberi keterangan pers terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air, Muhammad Asif. Ia beralasan hal tersebut dilakukan untuk memperlancar pemeriksaan dan investigasi penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta - Pangkal Pinang di perairan Tanjung Karawang Senin lalu.

    Baca: Lion Air: Pemegang Saham Bukan Warga Negara Asing

    Budi menjelaskan pihaknya memiliki wewenang untuk melakukan pencopotan ini dengan alasan demi kelancaran pemeriksaan dan investigasi. "Ini mempermudah pemeriksaan. Pejabat ini konsentrasi dalam pemeriksaan, landasan hukumnya ada, ini hasil rapat saya dengan semua direktur dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Menurut Budi, direktur teknik adalah orang yang bertanggung jawab terkait kelaikan pesawat dalam suatu perusahaan penerbangan. Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan pemeriksaan kepada Lion Air dan menginvestigasi kecelakaan tersebut.

    "Sehingga untuk mempermudah dilakukan pemeriksaan maka direktur teknik dibebastugaskan agar pemeriksaan dilakukan dengan baik dan terang benderang prosedur apa yang benar dan yang salah," tuturnya.

    Budi berujar nantinya seluruh hasil pemeriksaan ini akan dilaporkan oleh KNKT dan mereka yang bakal menentukan proses selanjutnya. Ia juga memastikan pencopotan direktur teknik Lion Air bukan berarti pemecatan "Jika hasil pemeriksaan menunjukan dia tidak bersalah maka akan dikembalikan ke posisinya. Bukan pemecatan, ini pembebastugasan," ucapnya.

    Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018, setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Pesawat tersebut membawa 181 penumpang dan delapan awak pesawat. Pencarian penumpang pesawat terus berlangsung hingga hari ini.

    Baca: Lion Air Sudah Berangkatkan 106 Keluarga Korban ke Jakarta

    Sebelum jatuh, pesawat Lion Air JT 610 sempat menghubungi menara kontrol dan menyatakan untuk kembali ke bandara semula (return to base) setelah 12 menit di udara. Pilot menyatakan terjadi masalah pada flight control. Sekitar 10 menit kemudian, pesawat hilang kontak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.