Kamis, 15 November 2018

Jokowi: Fokus Ekonomi Bukan di Jawa Lagi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Samarinda - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan fokus ekonomi pada dahulu kala di Pulau Jawa. Namun saat ini pertumbuhan ekonomi ada di luar Pulau Jawa.

    Baca: Jokowi: Payung Hukum Dana Kelurahan dari UU APBN 2019

    "Salah satunya Provinsi Kalimantan Timur, memang dalam empat tahun ini, yang kita kejar tumbuhnya kantong-kantong ekonomi baru," kata Jokowi dalam sambutannya di Bandara APT Pranoto, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Konektivitas, kata Jokowi, merupakan salah satu pendukung geliat perekonomian di daerah-daerah terpencil. Selain itu, menurutnya, infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi, melainkan untuk mempersatukan negara.

    Jokowi menuturkan, Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang harus terkoneksi. "Bagaimana mempersatukan kalau tidak ada konektivitas?" ucapnya.

    Baca: Akan Diresmikan Jokowi, Bandara APT Pranoto Masih Ada Kekurangan

    Bandara APT Pranoto baru saja diresmikan Jokowi. Dia datang menggunakan pesawat RI-001 bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan beberapa menteri Kabinet Kerja.

    Untuk pertama kalinya, pesawat kepresidenan tersebut mendarat dengan mulus di Bandara APT Pranoto pada pukul 11.00 Wita. Jokowi disambut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang sudah ada di Samarinda sejak kemarin.

    Setelah meninjau fasilitas bandara, Jokowi meminta Budi Karya memperbesar Bandara APT Pranoto, yang luasnya 12 ribu meter persegi, menjadi 36 ribu meter persegi. "Terserah anggarannya dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), atau dari Angkasa Pura," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.