Sandiaga Sebut Lapangan Kerja Kini Tergerus Tenaga Kerja Asing

Calon wakil presiden Sandiaga Uno (kedua dari kanan) didampingi Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kanan) berkunjung ke Pasar Terminal Sukawelang, Subang, Jawa Barat, Ahad, 14 Oktober 2018. Foto: Tim media Sandiaga Uno.

TEMPO.CO, JakartaSandiaga Uno mengatakan bahwa bersama pasangannya, calon presiden Prabowo Subianto akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya terutama untuk anak bangsa dan melindungi putra putri bangsa. "Kita akan lindungi kepentingan putra-putri bangsa daripada lapangan kerja yang selama ini tergerus oleh kepentingan tenaga kerja asing, kita akan lindungi itu," kata Sandiaga di Jakarta Selatan, Kamis, 18 Oktober 2018.

Baca: Sandiaga Jawab Kekesalan Menteri Susi Soal Izin Nelayan

Pasangan Prabowo-Sandiaga, menurut dia, akan berfokus membangun sektor ekonomi dan tidak mau didistorsi hal-hal yang di luar ekonomi. "Kita memang fokusnya di ekonomi karena keluhan masyarakat bawah itu adalah ekonomi, lapangan pekerjaan, dan biaya hidup dan dua isu utama yang kita sampaikan terus dan solusi yang kami tawarkan adalah membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya terutama untuk anak bangsa," ucap Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan fokus isu yang akan digarap oleh Prabowo-Sandiaga tersebut karena keluhan "emak-emak" di mana harga bahan pokok yang melonjak, karena dolar naik, sehingga kebijakan impor kita seperti pakan ayam dan obat-obatan juga naik. "Ini berimbas pada harga bahan pokok naik terutama protein, sehingga protein ke anak berkurang," katanya.

Saat kampanye, kata Sandiaga, ia berbagi tugas dengan Prabowo. Khususnya karena tingkat pengenalannya yang masih rendah, ia harus terus berusaha memperkenalkan dirinya ke masyarakat kelas bawah. "Saya relatif pengenalannya masih rendah, oleh karena itu mulai mengenalkan ke bawah. Pada beberapa daerah saja saya masih dipanggil pak Anies, jadi saya masih kerja keras.

Sebelumnya Sandiaga tercatat melontarkan sejumlah tudingan kepada pemerintahan Jokowi yang berkembang viral. Salah satunya yang teranyar adalah bagaimana ia menilai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghambat perizinan penangkapan ikan oleh nelayan di Indramayu.

Sontak Susi Pudjiastuti balik menyebut Sandiaga tak mengkaji lebih jauh tentang aturan terkait. Selama ini, kata Susi, nelayan malah dilindungi dan diuntungkan oleh pemerintah dengan kebijakan perizinan penangkapan ikan. "Saya marah, dan ini sudah diingatkan. Jangan bawa ekonomi perikanan ke politik," ujar Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu, 17 Oktober 2018.

Susi menjelaskan, kelompok yang disebut nelayan ialah orang-orang yang memiliki kapal berukuran di bawah 10 gross tonnage (GT). Susi mengatakan sudah membebaskan nelayan tersebut dari segala perizinan.

Baca: Sindir Sandiaga, Susi: Literatur Banyak, Tinggal Mau Belajar

Menanggapi tudingan Sandiaga itu, Susi Pudjiastuti menyatakan perizinan kapal diberlakukan untuk kapal berukuran 10-30 GT. Kemudian izin tersebut dikeluarkan pemerintah daerah setempat, bukan kementeriannya. Perizinan yang dikeluarkan Kementerian diperuntukkan bagi kapal-kapal besar berukuran di atas 100 GT.

ANTARA






Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

28 menit lalu

Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

Sandiaga melihat layanan akomodasi glamping yang menyebar ke pinggiran kota menjadi bagian ekosistem yang mendukung keberadaannya.


Ingin Tingkatkan Jumlah Turis dari Kapal Pesiar, Sandiaga: Potensinya Masih Sangat Besar

11 jam lalu

Ingin Tingkatkan Jumlah Turis dari Kapal Pesiar, Sandiaga: Potensinya Masih Sangat Besar

Sandiaga Uno menyatakan wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan satu kapal pesiar jumlahnya hampir 6 kali lipat dari pesawat.


Lombok Jadi Tuan Rumah Turnamen Triathlon Ironman, Sandiaga Sebut Sempat Tertunda 2 Tahun

2 hari lalu

Lombok Jadi Tuan Rumah Turnamen Triathlon Ironman, Sandiaga Sebut Sempat Tertunda 2 Tahun

Sandiaga mengatakan turnamen Ironman 70.3 Lombok bakal diikuti oleh 33 negara.


Sandiaga Beberkan 5 Poin Bali Guidelines yang Disepakati Negara-negara G20

2 hari lalu

Sandiaga Beberkan 5 Poin Bali Guidelines yang Disepakati Negara-negara G20

Sandiaga menyebut Bali Guidelines berisi lima rencana aksi utama.


Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

9 hari lalu

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

Sandiaga menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan inklusif.


Kolaborasi ILO, Jepang dan Kemenaker Perkuat Sistem Manajemen K3 di 1.521 Tempat Kerja

11 hari lalu

Kolaborasi ILO, Jepang dan Kemenaker Perkuat Sistem Manajemen K3 di 1.521 Tempat Kerja

ILO bersama dengan Pemerintah Jepang dan Kementerian Ketenagakerjaan berkolaborasi dalam upaya memperkuat sistem manajemen K3 di perusahaan.


Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

11 hari lalu

Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

Bertambahnya penerbangan langsung dari luar negeri ke Indonesia akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke nusantara.


40 Perusahaan Buka Lapangan Kerja di Bursa Kerja, Peminat Membeludak

11 hari lalu

40 Perusahaan Buka Lapangan Kerja di Bursa Kerja, Peminat Membeludak

Ratusan warga yang sedang mencari kerja memadati bursa kerja di Mall Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 20 September 2022.


Sandiaga Tegur Pelaku Catcalling yang Ganggu Wisatawan: Super Annoying

11 hari lalu

Sandiaga Tegur Pelaku Catcalling yang Ganggu Wisatawan: Super Annoying

Sandiaga mengatakan perbuatan pelecehan seksual verbal itu mengganggu kenyamanan para pelancong.


Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

12 hari lalu

Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

Sandiaga Salahuddin Uno mengundang investor untuk menanamkan modalnya dalam pengembangan infrastruktur dan penunjang pariwisata.