Sabtu, 15 Desember 2018

Menhub Sebut Pekan Depan Pesawat Besar Bisa Mendarat di Palu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban gempa selamat berjalan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri untuk dievakuasi di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Korban gempa selamat berjalan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri untuk dievakuasi di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan tengah melakukan perbaikan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa pada Jumat, 28 September 2018. Saat ini, salah satu fokus pembenahan yaitu perbaikan runway atau lintasan pesawat yang retak akibat gempa.

    Baca: Pesawat Jatuh dan Terbakar, Seluruh Penumpang dan Awak Selamat

    "Ditargetkan pada 11 Oktober atau 12 Oktober runway 15 dapat didarati oleh pesawat yang lebih besar," kata Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Runway 15 ini merupakan salah satu lintasan pesawat yang retak akibat gempa. Akibatnya, baru pesawat berukuran kecil yang bisa melintas. Untuk itu, saat ini tengah dilakukan pengerjaan cor lean concrete di runway sepanjang 2.250 kali 45 meter ini.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 skala richter ini telah menyebabkan setidaknya 1.558 orang meninggal dunia. Sejumlah akses penghubung juga rusak sehingga empat kecamatan di Kabupaten Sigi masih terisolasi yaitu Kolawi, Kolawi Selatan, Titikor, dan Lindu.

    Dari data Kementerian Perhubungan, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sebenarnya telah mulai melayani penumpang beberapa hari pasca gempa walau belum optimal. Pada 4 Oktober, telah ada 8 penerbangan rute Makassar-Palu dan Balikpapan-Palu. Penerbangan ini mengangkut 1096 orang penumpang menggunakan tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Wings Air, dan Nam Air.

    Selain runway, perbaikan juga dilakukan pada gedung terminal Bandara. Saat ini, baru satu dari dua lantai di bandara ini yang bisa berfungsi melayani aktivitas penerbangan. "Hari minggu, 7 Oktober 2018, bisa beoperasi optimal," ujarnya.

    Kemudian, Pramintohadi juga mengatakan layanan navigasi penerbangan pesawat telah kembali beroperasi dengan normal. Jumlah traffic yang dilayani hingga 5 Oktober 2018 mencapai 79 pergerakan, 41 kedatangan dan 38 keberangkatan. "Untuk mendukung operasional bandara, saat ini personel bandara terdekat memberi bantuan," kata dia,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.