Tsunami Palu Gagal Dideteksi, Luhut: Tolong, Buoy Jangan Dicuri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kecewa atas pencurian buoy sehingga tsunami Palu tak bisa dideteksi. Dia 
    meminta masyarakat agar tidak mencuri buoy alias alat pendeteksi tsunami. "Mari ingatkan masyarakat, tolong jangan buoy-buoy itu dicuri," ujar Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

    Luhut mengatakan aksi pencurian buoy itu bisa mengakibatkan informasi peringatan dini tsunami menjadi telat sampai ke masyarakat. Ia mengatakan buoy adalah barang yang besar dan penting.

    Buoy tsunami merupakan sensor mengapung yang menjadi sistem peringatan dini bencana tsunami. Alat tersebut dapat mengukur ketinggian permukaan air laut dan memberikan informasi ke institusi terkait.

    "Banyak korban bertambah gara-gara dia (pencuri buoy)," kata Luhut. Selain soal buoy yang kerap dicuri warga, Luhut mengatakan alat-alat BMKG juga perlu diperbaharui guna mengantisipasi bencana.

    Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Indonesia sudah tidak memiliki alat pendeteksi tsunami atau buoy sejak 2012. Sehingga, sistem peringatan dini tsunami saat ini mengandalkan pemodelan.

    "Sejak 2012, buoy tsunami sudah tidak ada yang beroprasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Ahad, 30 September 2018.

    Menurut Sutopo, keberadaan buoy penting dalam upaya pencegahan dampak tsunami seperti tsunami Palu. Alat itu, kata dia, dapat memberikan peringatan dini sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan.

    Sutopo menduga buoy sudah tidak lagi berfungsi karena kurangnya pendanaan untuk penanggulangan bencana. Dia mencontohkan angggaran untuk BNPB terus turun tiap tahun. "Dulu anggaran hampir mendekati Rp 2 triliun rupiah, sekarang hanya Rp 700 miliar," kata dia.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Gempa juga menyebabkan gelombang tsunami di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, Pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

    CAESAR AKBAR | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.