Sempat Molor, Jokowi Resmikan Jalan Tol Depok - Antasari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol Depok - Antasari seksi 1 di kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Peresmian jalan tol Desari seksi 1 sempat mundur dari rencana awal. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol Depok - Antasari seksi 1 di kawasan Cilandak, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Peresmian jalan tol Desari seksi 1 sempat mundur dari rencana awal. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Tol Depok-Antasari yang dibangun sepanjang 5,8 kilometer, di Gerbang Tol Cilandak Utama, Jakarta Selatan. "Yang kami harapkan, akan mempercepat mobilitas orang atau barang dari Jakarta menuju Depok," ujar dia dalam sambutannya, Kais, 27 September 2018.

    Jokowi meresmikan tol sesi I, nantinya tol sesi II sepanjang jalan Brigif hingga Sawangan, sepanjang 6,3 kilometer, akan rampung pada Desember 2018. Kemudian, sesi III sepanjang jalan Sawangan hingga Bojong Gede, sepanjang 9,5 kilometer, akan rampung 2021.

    Jokowi meminta seluruh proyek pembangunan tol tersebut segera diselesaikan. "Kalau bisa semuanya (selesai) sampai 2019 saja, jangan lama-lama," tutur dia.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono menjelaskan investasi pada tol sesi I Rp 4,4 triliun. Dia mengatakan proyek jalan tol ini dikerjalan sejak 2015.

    Lamanya proses pembangunan jalan, ujar Basuki, salah satunya diakibatkan oleh permasalahan pembebasan lahan. "Untuk SK tarif akan dikeluarkan secepatnya satu minggu setelah peresmian," tutur dia.

    Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada, Tito Sulistio berharap peresmian jalan tol sesi III tetap dilakukan oleh Jokowi. "Pada 2021 kami harap diresmikan Pak Jokowi saja," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.