IHSG Dibuka Melemah Hari Ini Dipicu Aksi Lepas Saham

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 25 September 2018, dibuka melemah sebesar 7,06 poin dipicu aksi lepas saham investor.

    Baca juga: Rupiah Melemah, BEI Pasar Modal Masih Bagus

    IHSG dibuka melemah 7,06 poin atau 0,12 persen menjadi 5.875,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,50 poin atau 0,16 persen menjadi 926,53.

    "Sebagian pelaku pasar kembali melakukan aksi jual sehingga IHSG mengalami tekanan," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.

    Aksi lepas saham, lanjut dia, dipicu kekhawatiran investor terhadap ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan Cina yang belum mereda sehingga mengurangi minat investasi di aset berisiko.

    "Sikap panik yang berlebihan terhadap sentimen perang dagang akan menekan IHSG lebih dalam," katanya.

    Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari dalam negeri terkait rupiah yang kembali melemah terhadap dolar AS turut direspons negatif oleh investor.

    Kendati demikian, menurut dia, pelemahan IHSG diperkirakan relatif terbatas mengingat investor asing cenderung melakukan aksi beli saham pada awal perdagangan pagi ini.

    Berbeda dengan IHSG, bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 26,96 poin (0,12 persen) ke 23.897,87, indeks Kospi menguat 15,72 poin (0,68 persen) ke 2.339,17, dan indeks Strait Times menguat 14,20 poin (0,44 persen) ke posisi 3.233,36.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.