Kemenhub Siapkan 50 Bus untuk Delegasi IMF - World Bank

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 50 bus untuk mobilisasi para delegasi saat Pertemuan Tahunan IMF - World Bank di Bali. Ia mengatakan bus tersebut disiapkan dari hotel tempat menginap delegasi menuju lokasi acara dan sebaliknya.

    Baca juga: Menjelang IMF - World Bank, Sri Mulyani Sebut Banyuwangi Unik

    "Di Bali nyiapin 50 kendaraan bus untuk mobilisasi dari hotel ini, ke sini terus ke sini lagi, ya kami siapkan," ujar dia di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 23 September 2018.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada permintaan lebih dari 4.000 kendaraan untuk menyambut IMF World Bank di Bali, Oktober nanti. "Permintaan kendaraan saja sudah lebih 4.000 kendaraan. Kami sekarang pusing urusnya," kata dia.

    Ihwal tersebut Luhut mempertimbangkan agar tidak menyebabkan kemacetan. Luhut menjelaskan bahwa saat ini proses untuk memastikan kendaraan untuk delegasi IMF dan Bank Dunia sedang dilakukan.

    Budi mengatakan salah satu cara untuk mengurangi kemacetan saat acara IMF berlangsung yaitu dengan menerapkan pola ganjil genap. Ia menjelaskan akan mengumpulkan Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Propinsi untuk menyampaikan terkait pengelolaan dan manajemen lalu lintas ganjil genap.

    Ia berharap suksesnya sistem ganjil genap yang telah diterapkan di Jakarta saat Asian Games dapat dilakukan juga oleh daerah lainnya. "Mungkin sudah saatnya juga kota-kota melakukan ini. Nah pada event seperti ini (IMF - World Bank) saya kira harus didorong seperti itu," kata Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.