Rabu, 19 September 2018

Menteri BUMN Rini Soemarno Jelaskan Pergantian Dirut Garuda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno usai menghadiri Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke-70 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno usai menghadiri Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke-70 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 3 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan alasan di balik pergantian beberapa direktur utama BUMN seperti Garuda Indonesia.

    Baca juga: Ari Askhara Ditunjuk Jadi Dirut Garuda Indonesia, Gantikan Pahala

    Menurut Rini, pergantian tersebut merupakan hal yang lumrah. "Ya biasa itu putaran saja," kata Rini di Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

    Hari ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Garuda Indonesia Tbk memutuskan untuk mengganti Direktur Utama Pahala Mansury yang telah menjabat selama 17 bulan. Pahala digantikan oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

    Sebelumnya, mantan Direktur Pertamina Gigih Prakoso Soewarto ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

    Rini menjelaskan bahwa pergantian Direktur Utama selalu melihat sesuai kebutuhan serta kemampuan dari individu sendiri.

    Sehingga, alasan pergantian antar jajaran direktur di perusahaan BUMN lebih pada kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya.

    "Misalnya Garuda Indonesia. Di Garuda kita butuhkan expertise yang bagaimana. Jadi itu semua kita analisa secara total. Tujuannya untuk tingkatkan kinerja BUMN, kerja lebih erat antara dewan komisaris dan direksi," kata Rini Soemarno.

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.