Ma'ruf Amin Ingin Pesantren Mendalami Ekonomi Syariah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden 2019, KH Ma'ruf Amin memberikan penjelasan kepada wartawan usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Calon wakil presiden 2019, KH Ma'ruf Amin memberikan penjelasan kepada wartawan usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Brebes - Calon Wakil Presiden RI Kiai Ma'ruf Amin mengatakan pesantren hendaknya menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia dan sekaligus pusat ekonomi bangsa.

    Simak: Jokowi - Ma'ruf Amin: Politik Identitas VS Isu Ekonomi 

    "Saya menekankan pesantren mendalami ekonomi syariah yang konsep-konsepnya banyak ditemukan pada kitab fiqih klasik yg selama ini dikaji pesantren," kata Kiai Ma'ruf Amin pada acara Halaqah Enterpreneur Kemandirian Ekonomi Pesantren di Ponpes Al Hikmah Bendo Kabupaten Brebes, Selasa 11 September 2018.

    Menurut dia, ekonomi syariah sudah menjadi sistem ekonomi nasional yang ditandai oleh munculnya perbankan syariah dan komite nasional keuangan syariah (KNKS) yang diketuai oleh Presiden Jokowi.

    "Oleh karena itu saya berharap pesantren mampu mendalami dan mengontekstualisasi konsep-konsep itu dalam perekonomian kontemporer," kata Ma'ruf Amin yang juga menjadi pengasuh Pesantren An Nawawi Tanara Serang itu.

    Ma'ruf Amin menyemangati para peserta bahwa santri sudah menunjukkan bukti bisa berperan pada sektor publik seperti ditunjukkan oleh beberapa kiai yang pernah menjabat menteri dan kepala daerah. Pada acara tersebut, Kiai Ma'ruf Amin juga mengajak para santri berani dan percaya diri untuk bergerak di berbagai sektor kehidupan.

    Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa dirinya membawa konsep arus baru ekonomi Indonesia sebagai antitesis dari ekonomi neoliberal. Bagi dia, ekonomi neoliberal justru terbukti membuat kesenjangan semakin lebar antara yang kaya dengan miskin.

    "Arus baru ekonomi Indonesia ini diimplementasikan dengan kemitraan antara pelaku ekonomi kecil dan pebisnis besar," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.