Beda Anwar Nasution dan Darmin Nasution Soal Fundamental Ekonomi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik.

    Baca juga: Anwar Nasution: Pemerintah Bohong Sebut Fundamental Ekonomi Kuat

    "Fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit neraca berjalan," kata Darmin saat dialog bertajuk RISING Business Forum di Singapore Business Federation (SBF) seperti keterangan tertulis yang diterima, Ahad, 9 September 2018.

    Rising Business Forum diselenggarakan KBRI Singapura, KADIN Komite Singapura dan SBF. Forum ini menghadirkan 30 CEO perusahaan terkemuka yang telah berinvestasi dan dalam proses mengembangkan investasinya ke Indonesia. Kegiatan ini dilakukan setelah pertemuan bilateral tingkat Menteri untuk kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura yang dipimpin Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan dan Perusahaan Singapura Chan Chun Sing.

    Darmin menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, meningkatkan investasi, dan terus memperbaiki ease of doing business, meningkatkan daya saing Indonesia, termasuk mempermudah perizinan melalui On-Line Single Submission.

    "Meskipun keadaan perekonomian global sedang mengalami ketidakpastian, namun Indonesia justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Human Development Index (HDI), dan menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain," kata Darmin.

    Darmin mengatakan untuk meningkatkan investasi asing, skema tax holiday yang lebih mudah difasilitasi melalui OSS juga diberikan kepada industri perintis di Indonesia. Pengembangan Special Economic Zones juga sebagai upaya untuk menarik investasi ke Indonesia.

    Darmin mengatakan berbagai ketidakpastian dunia seperti ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, kenaikan suku bunga bank sentral AS, dan kenaikan harga minyak, memberikan tantangan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dunia serta memberikan dampak bagi perekonomian negara, seperti Indonesia.

    "Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang akan diprioritaskan mulai tahun 2019," kata Darmin.

    Darmin juga membahas status proyek strategis nasional dan penundaan yang dilakukan untuk mengurangi tekanan kepada mata uang rupiah.

    Adapun pembahasan dengan beberapa investor terpilih menghasilkan kesepakatan bahwa berbagai langkah kebijakan Pemerintah Indonesia disambut baik oleh para investor besar yang berjangka panjang.

    Para investor menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia baik dari segi perekonomian fiskal, maupun moneter memperkuat komitmen mereka untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

    Berbeda dengan Darmin Nasution, sebelumnya mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution mengatakan fundamental ekonomi di Indonesia masih sangat lemah. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dianggap belum mampu menahan gejolak dari luar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.