Kemenhub Siapkan Infrastruktur Transportasi Kawasan Industri Weda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua pengurus harian PP Kagama yang juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai membuka temu Alumni MM FEB UGM, Sabtu, 30 Juni 2018 di Auditorium MM UGM, Yogyakarta.

    Ketua pengurus harian PP Kagama yang juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai membuka temu Alumni MM FEB UGM, Sabtu, 30 Juni 2018 di Auditorium MM UGM, Yogyakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan membangun sejumlah fasilitas transportasi di Halmahera Tengah untuk mendukung proses ekspor pada kawasan industri di Indonesia WedaBay Industrial Park (IWIP) di Halmahera. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan peluang untuk berinvestasi terbuka lebar dalam pengembangan dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur transportasi khususnya di wilayah Halmahera Tengah.

    “Dengan adanya hal tersebut pasti memberikan kesejahteraan karena kemajuan ditandai dengan investasi. Investasi artinya memberikan kesempatan kerja, jika sudah menghasilkan kemudian diekspor, negara untung sehingga masyarakat banyak kesempatan kerja,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Budi menjelaskan pembangunan sejumlah fasilitas transportasi tersebut seperti perluasan runway pada Bandar Udara Weda serta pengembangan Pelabuhan Weda. Menurut Budi, Kemenhub memberikan izin kepada bandara untuk memperpanjang landasan menjadi 2.400 meter. “Ada terminalnya juga sehingga memenuhi aspek keselamatan,” ucap dia.

    Sementara untuk pelabuhan ia menjelaskan baru akan membangunnya dengan peruntukan khusus. Nantinya pelabuhan tersebut akan dijadikan pelabuhan umum di mana ekspor impor bisa dilakukan bukan hanya untuk kepentingan beberapa orang tetapi untuk kepentingan masyarakat.

    “Jadi Weda Bay menjadi suatu simpul kegiatan ekonomi yang dimulai dengan kegiatan industri,” tutur dia.

    Budi menjelaskan pihaknya telah menyusun rencana induk Bandar Udara Weda dengan perencanaan pembangunan runway tahap 1 sepanjang 1.000 m x 23 m, taxiway 85,5 m x 15 m, apron 60 m x 70 m dan gedung terminal 500 meter persegi. Rencananya pada tahap awal akan melayani pesawat Grand Caravan. Sedangkan Pelabuhan Weda merupakan pelabuhan pengumpul dengan kapasitas kapal sandar terbesar 3.000 DWT dan faceline dermaga -5 sampai dengan -7 mLWS.

    Senada dengan Menhub, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan adanya Kawasan Industri Weda akan memberikan peluang besar bagi Indonesia karena dapat menyerap tenaga kerja lokal serta meningkatkan pengembangan sumber daya manusia. Menurut Luhut, kawasan tersebut bisa mempekerjakan lebih dari 30 ribu orang.

    “Ini akan menjadi kawasan ekonomi khusus dengan banyak industri. Kemudian tadi disebutkan oleh Menhub bahwa landasan akan diperpanjang menjadi 2.400, sehingga nanti pesawat lebih besar bisa masuk dan kemudian pelabuhan lautnya juga bisa dibuat baik. Saya minta instansi kerja dengan benar supaya daerah ini memiliki nilai tambah,” ujar Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.