Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Tak Terdongkrak Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet dan official Muslim yang bertanding di ajang Asian Games 2018, siap melakukan salat Idul Adha di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 22 Agustus 2018. Maria Fransisca Luhur

    Atlet dan official Muslim yang bertanding di ajang Asian Games 2018, siap melakukan salat Idul Adha di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 22 Agustus 2018. Maria Fransisca Luhur

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 tak mendongkrak okupansi hotel. Hanya hotel yang berada di sekitar venue Asian Games saja yang mendulang keuntungan.

    Baca: Libur Idul Adha, 28 Medali Emas Diperebutkan di Asian Games 2018

    "Saya kalau kamu nanya Asian games sedih, karena saya berharap supporternya yang dateng, ternyata kenyataannya tidak terlalu banyak karena mungkin masalah sosialisasi," kata Hariyadi saat ditemui dalam acara Seminar Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Veranda Hotel, Selasa, 21 Agustus 2018.

    Praktis, kata dia, penghuni yang lebih banyak tinggal di hotel saat ini hanyalah beberapa official, atlet dan media. Sementara jumlah fan dari masing-masing negara relatif kecil yang juga memilih menginap di sekitar lokasi gelaran Asian Games seperti Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan, atau Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur.

    Pernyataan PHRI berbeda dengan pemerintah. Beberapa hari sebelum Asian Games dimulai, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro meyakini ajang ini akan memicu pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi. Sektor perhotelan diperkirakan tumbuh di kisaran 0,3 sampai 1 persen.

    Saat itu, Bambang telah menghitung akan ada sekitar 2,23 juta orang yang akan berkunjung ke Indonesia akibat gelaran Asian Games ini. "Ajang olahraga selalu menciptakan dampak ekonomi, baik langsung maupun tidak langsung," kata dia dalam acara Forum Medan Merdeka Barat 9 di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, 29 Juli 2018.

    Hariyadi menambahkan, saat ini hotel-hotel yang ada di sekitar GBK bisa mencapai tingkat okupansi hingga 90 sampai 100 persen, bahkan overbooking. Tapi keuntungan ini tak dirasakan oleh hotel yang berada sangat jauh dari lokasi acara. "Kami inginnya dampak ini tidak hanya dinikmati sama yang dekat venue, yang lain juga," ujarnya.

    Simak juga: Idul Adha, Jutaan Muslim di Dunia Merayakannya Hari Ini

    Untuk perbandingan, kata Hariyadi, okupansi hotel di Palembang, Sumatera Selatan masih lebih baik ketimbang Jakarta. Rata-rata pertumbuhan jumlah penghuni hotel di Palembang mencapai 10 hingga 20 persen. Namun di Jakarta, angka 20 persen itu lagi-lagi hanya dinikmati oleh hotel di sekitar lokasi acara Asian Games.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.