Minggu, 19 Agustus 2018

Gempa Lombok, PUPR Akan Bangun Kembali 3.500 Rumah yang Rusak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan merangkak di bawah puing-puing untuk menemukan korban yang selamat di sebuah rumah yang runtuh akibat gempa bumi di Desa Pemenang, Lombok Utara, Selasa, 7 Agustus 2018. REUTERS/Beawiharta

    Relawan merangkak di bawah puing-puing untuk menemukan korban yang selamat di sebuah rumah yang runtuh akibat gempa bumi di Desa Pemenang, Lombok Utara, Selasa, 7 Agustus 2018. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono, mengatakan ada sekitar 3.500 rumah yang rusak parah akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rumah tersebut akan dibangun ulang oleh Kementerian PUPR.

    Baca: Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 98 Orang

    Basuki menyebutkan rumah-rumah dengan rusak parah akan mendapatkan penggantian Rp 50 juta per keluarga. "Syaratnya mereka harus bangun rumah dengan supervisi PUPR," kata dia di Kantor Kementerian PUPR, Selasa malam, 7 Agustus 2018.

    Kerusakan tersebut, ujar Basuki, lebih parah dari gempa sebelumnya yang terjadi di Sembalun. Selain supervisi pembangunan rumah, PUPR juga memberikan bantuan air bersih dan sanitasi. "Saat ini masih diidentifikasi," ujar dia.

    Pembangunan tersebut, kata Basuki, menggunakan dana dari Badan Nasional, Penanggulangan Bencana. Untuk pembangunan sanitasi dan air bersih menggunakan dana dari PUPR. Basuki mengatakan pembangunan sanitasi memakan puluhan miliar.

    Rumah yang akan dibangun oleh PUPR, nantinya akan menggunakan material yang lebih kokoh. Basuki menjelaskan rumah-rumah warga di Lombok sebelumnya, terbuat dari material yang ringkih. Sehingga, kerusakan masif terjadi saat terkena gempa bumi.

    Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali pada Ahad, 5 Agustus 2018 pukul 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya.

    Gempa sebelumnya terjadi Ahad pekan lalu, 29 Juli 2018, dengan kekuatan 6,4 SR. Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, sejak saat itu pemerintah NTB mengeluarkan perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat sampai dengan 11 Agustus 2018. "Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk turut membantu saudara-saudaranya di NTB dan wilayah terdampak gempa lainnya di Indonesia," ujarnya.

    Lantaran gempa 7 SR ini, data sementara mencatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan ribuan warga mengungsi. Aparat gabungan hingga kini masih melakukan evakuasi, penyisiran, dan penanganan dampak gempa.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.