Ojek Online Tuntut Tarif Rp 3.000, Menhub: Mohon Tak Dipolitisasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan ojek online dan bajaj parkir di jalur sepeda Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Puluhan ojek online dan bajaj parkir di jalur sepeda Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengemudi ojek online mengancam akan menggelar unjuk rasa saat pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, unjuk rasa sebenarnya tak perlu dilakukan karena tuntutan pengemudi ojek online sudah dipenuhi operator.

    Baca: Perjuangan Wanita Tulang Punggung Keluarga Jadi Driver Gojek

    Menurut Budi Karya, pengemudi ojek online meminta tarif Rp 2.000 per kilometer dengan alasan pada saat ini tarif sebesar Rp 1.600 per kilometer sudah tidak relevan. "Tetapi ternyata disampaikan oleh operator sudah memberikan tarif lebih dari Rp 2.000. Jadi apa yang diminta sudah dipenuhi. Mohon saudara ojol tidak mempolitisasi. Nyatanya operator sudah melakukan itu. Tetapi kalau diminta Rp 3.000, maka hal itu akan menjadi bumerang untuk ojol. Kenapa? Karena Rp 3.000 adalah tarif taksi," katanya ketika ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Kementerian Perhubungan, ujar Budi Karya, sangat memberi perhatian terhadap persoalan tersebut tanpa bermaksud ikut campur. Budi mengatakan, dengan kesediaan para operator menetapkan tarif lebih dari Rp 2.000 per kilometer, kesepakatan antara ojek online dan operator sebenarnya sudah tercapai. "Dengan itu saya mengharapkan semestinya sudah berjalan dengan baik," katanya.

    Baca: Perjuangan Wanita Tulang Punggung Keluarga Jadi Driver Gojek

    Budi Karya mengatakan Kementerian Perhubungan terus berkomunikasi dengan kelompok ojek online. Kementerian Perhubungan juga bersedia menjadi mediator dalam mengatasi masalah antara ojek online dan operator ini. Budi juga mengaku terus berkomunikasi dengan para operator.

    "Saya tadi telepon langsung diangkat kok. Saya baru tadi telepon jam 8 pagi, saya konfirmasi apakah benar enggak mau Rp 2.000? Enggak benar katanya. Saya terima kasih dengan operator yang kooperatif, memang kalau Rp 1.600 kasihan," katanya.

    Sejumlah pengemudi ojek online mengancam akan melakukan demonstrasi pada saat pembukaan Asian Games 2018 apabila tuntutan penetapan tarif sebesar Rp 3.000 per kilometer tidak diwujudkan oleh operator ojek online.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.