Kembangkan Infrastruktur Migas, Pertamina Anggarkan Rp 20 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bahan Bakar Gas dan Pertamina. Getty Images

    Ilustrasi Bahan Bakar Gas dan Pertamina. Getty Images

    TEMPO.CO, Maumere - PT Pertamina menganggarkan dana Rp 20 triliun hingga 2020 untuk mengembangkan infrastruktur migas di Tanah Air.

    Baca juga: Pertamina Menggarap Kilang Cilacap Tanpa Saudi Aramco?

    “Sampai dengan 2020 kami mengalokasikan Rp20 triliun untuk membangun infrastruktur terutama BBM dan elpiji,” ujarnya kepada Minggu malam 29 Juli 2018.

    Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan saat ini banyak infrastruktur milik perseroan yang sudah berusia tua sehingga membutuhkan peremajaan.

    Selain itu, Pertamina memerlukan tambahan dan pengembangan sejumlah pendukung logistik antara lain depo BBM untuk ketersediaan bahan bakar.

    Menurut Gandhi, detail rencana pengembangan infrastruktur, logistik, dan rantai pasok Pertamina akan disampaikannya pada hari ini, Senin, 30 Juli 2018, di Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada acara peletakan batu pertama perluasan terminal BBM Maumere.

    Mantan Dirut PT Pertamina Niaga itu dijadwalkan meletakkan batu pertama proyek perluasan terminal BBM Maumere bersama Plt. Bupati Sikka Florianus Mekeng pagi ini.

    "Kami akan menjelaskan rencana investasi infrastruktur migas mulai dari Sumatera hingga Papua.”

    Dia berharap dengan investasi dan pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pertamina, pasokan bahan bakar minyak dan elpiji menjadi lebih terjamin di pasar sehingga program BBM Satu Harga terlaksana sepenuhnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.