Jumat, 20 Juli 2018

Darmin Nasution Perkirakan Neraca Perdagangan Juni Defisit

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyalami para pewarta. Ia menggelar <i>open house</i> dalam rangka Idul Fitri 1439 Hijriah. Sabtu, 16 Juni 2018, di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV Nomor 17, Jakarta Selatan. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyalami para pewarta. Ia menggelar open house dalam rangka Idul Fitri 1439 Hijriah. Sabtu, 16 Juni 2018, di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV Nomor 17, Jakarta Selatan. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi neraca perdagangan pada Juni 2018 ini belum surplus seperti proyeksi Bank Indonesia. Ekspor komoditas atau nonmigas belum mampu membalikkan neraca yang defisit.

    "Ini masalah perjuangan kita. Saya rasa belum jika dilihat dari total ekspor dan impor karena migas itu perdagangannya defisit," katanya, Rabu, 11 Juli 2018.

    Baca juga: Darmin: Neraca Pembayaran Defisit, Penyakit darii 30 Tahun Lalu

    Bank Indonesia menegaskan peluang surplus neraca perdagangan di atas US$1 miliar pada Juni 2018 masih terbuka lebar. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan perkiraaan sebelumnya sebesar US$900 juta merupakan hasil dari pengumpulan data di minggu pertama dan kedua Juni. "Ini bisa lebih tinggi dari US$1 miliar," ungkap Perry.

    Dengan data ini, BI akan mengkalkulasi kembali perhitungan defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2018. Kendati demikian, Perry menegaskan bank sentral telah melihat adanya potensi pelebaran defisit pada kuartal kedua kali ini yang dipengaruhi oleh faktor musiman.

    Defisit transaksi berjalan tersebut dapat menyempit pada kuartal selanjutnya. Dengan demikian, dia menegaskan BI tetap melihat defisit transaksi berjalan tidak akan melampaui 2,5 persen.

    Sebelumnya, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan akan mencapai 2,3 persen pada tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 2,1 persen. "Kami proyeksi 2,3 persen, sehingga net external demand-nya khusus konsumsi itu 4,9 persen, membuat [PDB] growth tidak bisa 5,3 persen," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.