Darmin: Neraca Pembayaran Defisit, Penyakit dari 30 Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 "Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mendukung pemerintah melakukan pengembangan dalam Making Indonesia 4.0. Dia menjelaskan setiap pertumbuhan ekonomi membaik, impor dari produk industri naik lebih cepat. Sehingga, neraca pembayaran mulai defisit. “Ini penyakit dari 30 tahun lalu,” kata dia dalam sambutannya di Industrial Summit 2018, Rabu, 4 April 2018.

    Darmin menjelaskan pada masa sebelum pemerintahan Joko Widodo, investasi akan dikurangi ketika perekonomian masuk dalam fase over heating. Di mana kapasitas ekonomi tidak lagi mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

    Untuk mendorong pertumbungan ekonomi, saat ini pemerintah mendorong lima sektor untuk memasuki industri digital. Menteri Perindustrian Airlangga Hertanto mengatakan diimplementasikan strategi tersebut, akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tiga ribu kali lipat.

    Simak: Menteri Darmin: Secara Historis Pilkada Positif Bagi Perekonomian

    Airlangga menyerahkan pemetaan 10 langkah dalam pengembangan industri 4.0. untuk mengembangkan industri manufaktur yang berdaya saing global. “Antara lain infrastruktur kita tangani,” kata dia.

    Sepuluh langkah tersebut antara lain, mencakup perbaikan alur barang dan material, membangun zonasi industri yang komprehensif, mengakomodir standar keberlanjutan, memberdayakan industri kecil dan menengah, dan membangun infrastuktur digital Indonesia.

    Selanjutnya, menarik minat investor asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.”Indonesia berkomitmen mengimplementasikan Making Indonesia 4.0,” ujar Airlangga.

    Dalam peresmian Making Indonesia 4.0 Presiden Joko Widodo optimis, perekonomian akan meningkat hingga tiga ribu kali, seperti yang dikatakan Arilangga. “Revolusi industri akan menghadirkan lapangan kerja baru, ini adalah sebuah peluang besar,” tutur dia dalam sambutannya didampingi Menteri Darmin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.