Senin, 24 September 2018

Selain Telur Ayam, Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memilih telur untuk dijual di sebuah agen penjualan di kawasan Manggarai, Jakarta, 27 Maret 2017. Lamban mengatasi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup dan telur ayam, menyebabkan harga keduanya jatuh di tingkat peternak. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja memilih telur untuk dijual di sebuah agen penjualan di kawasan Manggarai, Jakarta, 27 Maret 2017. Lamban mengatasi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup dan telur ayam, menyebabkan harga keduanya jatuh di tingkat peternak. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Harga cabai rawit merah dan telur ayam negeri mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah melonjak dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilo. Sedangkan, telur ayam negeri mencapai harga Rp 30 ribu per kilo.

    Melalui pantauan Tempo di Pasar Mayestik, Pasar Santa, dan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan naiknya harga komoditas di pasar induk dan harga yang ditetapkan agen pengecer.

    Baca juga: Penyebab Harga Telur di Kediri Naik hingga Rp 26 Ribu per Kg

    “Harga cabai menjadi Rp 70 ribu per kilonya, dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilo. Harga naik tergantung dari belanja di pasar induk,” kata Gunawan, 50 tahun, pedagang sayur di Pasar Kebayoran Lama, kepada Tempo, Selasa, 10 Juli 2018.

    Harga telur ayam negeri, sebelumnya diketahui berkisar di harga Rp 24 ribu hingga Rp 28 ribu naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Harga sebelumnya masih bertahan hingga minggu lalu.

    “Harga telur lagi naik. Ini telur dipasok dari Gunung Agung, Jawa Tengah. Harga jual sudah dipatok sama bos pengecer,” kata Akhyarrudin (27), pedagang telur di Pasar Mayestik, kepada Tempo, Selasa, 10 Juli 2018.

    Kenaikan harga cabai rawit merah dan telur ayam negeri ini menyebabkan penurunan pembelian. Linda (34) mengurangi jumlah telur yang dibelinya ketika harga naik. Biasanya ia membeli telur sebanyak 1 kilogram setiap berbelanja. Kini, hanya dapat membeli setengah kilogram saja.

    “Biasanya mah beli 1 kilo-an. Sekarang cuma setengah kilogram karena mahal,” katanya.

    Tak hanya pembeli yang mengeluh karena berkurangnya jumlah telur dan cabai yang dapat dibeli. Pedagang pun merasa penjualannya berkurang akibat kenaikan harga.

    Walaupun harga cabai rawit dan telur ayam negeri naik, harga bawang turun dari Rp 40 ribu per kilogram minggu lalu menjadi Rp 30 ribu – 35 ribu per kilogram Selasa ini.

    AUDREY ANGELICA LOHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep