Minggu, 23 September 2018

Susi Pudjiastuti: Teknologi Mengubah Laut Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hadir dalam peluncuran kapal berbahan dasar bambu laminasi yang pertama di dunia di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Senin, 2 Juli 2018. Foto: Humas ITS

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hadir dalam peluncuran kapal berbahan dasar bambu laminasi yang pertama di dunia di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Senin, 2 Juli 2018. Foto: Humas ITS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru saja mengunggah foto di akun Instagram-nya saat menjadi narasumber dalam talk show Sketsa Najwa, Indonesia Gemilang.

    Susi mengatakan teknologi dapat mengubah kelautan Indonesia menjadi lebih baik lagi. "Saya berbagi cerita tentang aplikasi Global Fishing Watch yang menjadi platform bagi @kkpgoid," kata Susi dalam keterangan di Instagram-nya, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Resmikan Kapal Baito Deling Buatan ITS

    Global Fishing Watch, ujar Susi, akan menampilkan data-data aktivitas kapal di perairan Indonesia, sehingga pemantauan kegiatan penangkapan ikan di laut dapat dilakukan secara transparan dan online.

    Platform tersebut beroperasi sejak 2016. Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong kebijakan penegakan hukum secara global guna membebaskan perairan Indonesia dari praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

    Susi menuturkan, IUU Fishing merupakan kejahatan global, dan untuk mengakhirinya harus menggunakan perangkat yang bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di perairan Indonesia. “Dengan teknologi seperti Global Fishing Watch ini, kita semua dapat menggerakkan swasta dan pemerintah di sektor perikanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujarnya.

    Baca: Belum Ada Laporan Ikan Arapaima di Bengawan Solo

    Global Fishing Watch merupakan konsorsium yang terdiri atas Google Earth Outreach, Sky Truth, dan Oceana. Teknologi ini menyediakan perangkat visualisasi aktivitas pergerakan kapal global berbasis Sistem Identifikasi Otomatis (AIS). Dengan menggabungkan data VMS dan AIS, visualisasi pergerakan kapal penangkapan ikan di Indonesia bisa dilihat di Google Earth dan Google Maps.

    AIS dirancang sebagai platform keamanan bagi kapal agar terhindar dari tabrakan di laut. Sistem itu menampilkan secara cukup akurat antara lain identitas kapal, lokasi, kecepatan, hingga arah tujuan kapal. VMS selama ini menjadi sistem pemantauan yang diwajibkan pemerintah kepada perusahaan penangkapan ikan komersial. Dalam sistem Global Fishing Watch, data-data VMS terhubung secara komputasi awan (cloud computation).

    Baca berita tentang Susi Pudjiastuti lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.