Selasa, 13 November 2018

Kapal Tenggelam di Perairan Selayar Angkut 139 Penumpang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menyelamatkan diri saat KM. Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal ini tenggelam sekitar pukul 14.30 WITA. Istimewa

    Sejumlah penumpang menyelamatkan diri saat KM. Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal ini tenggelam sekitar pukul 14.30 WITA. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Peristiwa kapal tenggelam kembali terjadi. Kali ini kapal motor (KM) Lestari Maju tenggelam saat berlayar dari Kabupaten Bulukumba menuju Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa siang, 3 Juli 2018. Empat orang penumpang dikabarkan meninggal dunia dan sisanya tengah dievakuasi.

    Menurut data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, kapal ini mengangkut sekitar 139 penumpang. “Saat ini dengan dievakuasi menggunakan kapal nelayan dan Badan SAR Nasional,” kata Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut, Gus Rional, dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca jugaLuhut Panjaitan Setuju Dibangun Tugu KM Sinar Bangun, Asal....

    Tak hanya penumpang orang, kapal ini juga membawa membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit, dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit. Sehingga jumlah totalnya mencapai 48 unit kendaraan.

    Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Dicky Sondani membenarkan bahwa dalam informasi awal, empat orang meninggal dunia termasuk seorang bayi. “Akan dicek berapa yang selamat dan berapa yang meninggal dunia," ucap Dicky.

     

    KM Lestari Maju tenggelam akibat adanya kebocoran di sisi lambung kapal. Akibat mengalami kerusakan mesin setelah 15 menit perjalanan menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Saat itu, nahkoda berupaya untuk menepikan kapal ke pulau terdekat. Namun mesin yang rusak ditambah cuaca buruk membuat sebagian kapal tenggelam sebelum sampai di pulau terdekat.

    Gus Rional mengatakan saat ini kapal tersebut telah ditambatkan sekitar 300 meter di Pantai Pabaditlang di Perairan Selayar untuk proses evakuasi. Baru sebagian penumpang yang sudah dibawa ke daratan. Sementara sisanya masih berada di atas kapal sambil menunggu giliran evakuasi.

    Peristiwa nahas ini menambah daftar panjang tragedi kapal tenggelam. Sebelumnya KM Sinar Bangun tenggelam pada Senin, 18 Juni 2018 yang membuat 3 orang ditemukan meninggal dunia, 21 selamat dan 164 masih dinyatakan hilang. Tak lama berselang, tragedi menimpa KM Ramos Risma Marisi yang tenggelam pada Jumat, 22 Juni 2018. Keduanya sama-sama tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?