Jadi Kabupaten Layak Anak, 2019 Tak Ada Iklan Rokok di Lamongan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pelajar berkampanye menolak menjadi target iklan rokok di depan Istana Presiden, Sabtu, 25 Februari 2017. TEMPO/Danang Firmanto

    Ratusan pelajar berkampanye menolak menjadi target iklan rokok di depan Istana Presiden, Sabtu, 25 Februari 2017. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.CO, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan tahun 2019 mendatang tidak akan ada iklan rokok lagi. Hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Lamongan untuk menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).   

    “Dokumen kependudukan bagi anak ini sangat penting dalam upaya perlindungan hukum bagi masa depan anak, “ kata Bupati Lamongan Fadeli di Guest Houde Pemerintah Lamongan, Kamis 28 Juni 2018.

    Simak: UEA Naikkan 'Pajak Dosa' Rokok 100 Persen

    Penegasan Bupati Lamongan ini diungkapkan saat menerima menerima Ketua Tim Verifikasi KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Hamid Patilima di Lamongan. Menurutnya Pemerintah Lamongan juga memberikan jaminan bagi setiap anak yang lahir di Lamongan bisa langsung memiliki dokumen kependudukan.

    Sebenarnya Pemerintah Lamongan sudah melakukan kerjasama dengan unit pelayanan kesehatan di Lamongan. Tujuannya agar setiap anak yang lahir, langsung difasilitasi penerbitan dokumen kependudukannya.  Selain itu, konsep sekolah adiwiyata yang merupakan miniatur Adipura di level sekolah, kini diperluas ke level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

    Simak: Menteri Kesehatan: Sepertiga Penduduk Indonesia Perokok

    Karenanya setiap anak di Lamongan sudah akan dikenalkan sejak dini. Terutama kegiatan yang pro terhadap pelestarian lingkungan hidup. “Sudah kita kenalkan sejak usia dini,” imbuh Bupati Fadeli.

    Ketua Tim Verifikasi KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)  Hamid Patilima memberi apresiasi terhadap pengusaha di Lamongan. Terutama yang memiliki komitmen untuk tidak memperkerjakan anak di bawah umur. Ini ditemuinya dari hasil verifikasi lapangan di Kecamatan Babat. ”Kita patut apresiasi,” tegasnya. 

    Apresiasi lain diberikannya dengan kehadiran instansi vertikal dalam evaluasi verifikasi lapangan KLA tersebut. Kejaksaan dan pengadilan maupun Kepolisian Resort Lamongan disarankannya membentuk pusat pembelajaran keluarga dalam upaya perlindungan anak.

    Ikuti terus berita tentang rokok hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.