Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 5,2 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng dibagi atas 2 zona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng dibagi atas 2 zona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi mendekati 5,2 persen pada kuartal II 2018. Prediksi tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal I yang sebesar 5,06 persen.

    Sri Mulyani mengatakan prediksi pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh empat sektor yang meningkat dari kuartal I. Empat sektor tersebut, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

    "Kami harap untuk konsumsi di atas 5 persen dibanding kuartal pertama, yang hanya 4,95 persen," kata Sri Mulyani saat memaparkan APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. "Kami harap pertumbuhan ekonomi mendekati 5,2 persen."

    Baca: Di DPR, Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen

    Sri Mulyani mengatakan kalau dilihat dari aggregate demand atau permintaan keseluruhan, konsumsi rumah tangga momentumnya akan lebih tinggi. Hal tersebut, karena ada puasa, Lebaran dan hari libur panjang pada kuartal II.

    Di sektor investasi, kata Sri Mulyani, dari sisi momentum transaksi berjalan, yaitu impor bahan baku dan barang modal juga akan meningkat. Sri Mulyani berharap peningkatan kuartal II menjadi di atas 8 persen, lebih tinggi dari kuartal I yang sebesar 7,89 persen.

    Baca juga: Indef: Target Pertumbuhan Ekonomi dari Sri Mulyani Tak Realistis

    Sedangkan di sektor pertumbuhan ekspor pada Mei di atas 12. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal pertama yang sebesar 9 persen. "Jadi empat komponen lebih tinggi dibandingkan kuartal I. Kami harap mendekati 5,2 persen," ujar Sri Mulyani.

    Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan dari sisi penawaran, pajak tumbuh positif. Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menjabarkan pertumbuhan sektoral penerimaan pajak sampai 31 Mei 2018. Menurut Robert di industri pengolahan pertumbuhan penerimaannya mencapai 15,4 persen, perdagangan 31,43 persen, pertambangan 85,15 persen, konstruksi dan real estate tumbuh 16,69 persen.

    "Transportasi dan gudang 12,84 persen dan pertanian 32,27 persen," kata Robert, Senin, 25 Juni 2018.

    Sri Mulyani mengatakan sektor-sektor itu menggambarkan demand supply yang cukup baik. Sri Mulyani berharap hal itu akan terpresentasi pada statistik pertumbuhan di kuartal kedua.

    Baca berita lainnya tentang pertumbuhan ekonomi di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.