Menhub Cek Kesiapan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Merak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis, 31 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis, 31 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengecek kesiapan angkutan Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten.

    "Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan kunjungan kerja dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran tahun 2018 ke Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni," demikian rilis Humas Kementerian Perhubungan, Sabtu, 2 Juni 2018.

    Budi Karya akan tiba di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada pukul 08.30 WIB. Menurut tim humas, Budi akan datang ke lokasi menggunakan helikopter.

    Simak: Antisipasi Arus Balik Mudik, Jalur Nagreg Diberlakukan Buka-Tutup 

    Pada Kamis, 31 Mei, Budi mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi tiga hari sebelum atau H-3 Lebaran, yang jatuh pada 12 Juni 2018.

    "Prediksi saya, sesuai dengan riset kami, puncak mudik terjadi pada dua-tiga hari sebelum Lebaran," kata Budi saat ditemui seusai rapat di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

    Karena prediksi puncak mudik di waktu-waktu itu, Budi menganjurkan pemudik melakukan mudik lebih awal atau pada H-7, H-6, dan H-5. "Karena H-2 dan H-3 pasti puncaknya," ujar Budi.

    Budi juga mengklaim persiapan angkutan mudik sudah siap, seperti kereta api, transportasi darat, dan transportasi udara. Menteri Budi juga meminta pihak transportasi udara meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Untuk kapasitas, Budi meminta bandara-bandara kecil beroperasi sampai pukul 24.00.

    "Kami minta pesawat berbadan lebar digunakan untuk angkutan Lebaran tujuan favorit, seperti Surabaya, Bali, Ujung Pandang, Medan, dan Yogyakarta," tuturnya. Selain itu, Kementerian Perhubungan memberikan slot bagi penerbangan tambahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.