Menteri BUMN Apresiasi Pembangunan Pesat KEK Mandalika

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno tengah meninjau persiapan Open Traffic Simpang Susun Semanggi, 28 Juli 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika atau KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan yang paling pesat di antara KEK lain yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2017, saya melihat betul perkembangan pembangunan Mandalika ini yang paling pesat di antara KEK yang lain," ujar Rini saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Paramount Lombok Resort & Residence di KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Rabu, 18 April 2018.

    Baca juga: Qatar Siapkan Investasi Bangun Wisata Mewah di Mandalika

    Rini mengapresiasi kinerja PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika dan Pemerintah Provinsi NTB serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah dalam upaya mendukung pembangunan di KEK Mandalika.

    "Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada ITDC dan Pemerintah Provinsi (NTB) serta Pemkab Lombok Tengah dengan dimulainya pembangunan di sini (Mandalika)," ucapnya.

    Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 11 KEK di Indonesia, yakni KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, Sorong, Morotai, Bitung, Palu, Mandalika, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Tanjung Api-api, Sei Mangkei, dan Arun Lhokseumawe.

    Menurut Rini, pemerintah sangat mendukung percepatan KEK Mandalika karena tidak terlepas dari sejumlah pembangunan hotel. Sebelum pembangunan Paramount Lombok Resort & Residence, juga telah dilakukan groundbreaking pembangunan Hotel Pullman dan Royal Tulip.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.