Wings Air Mendarat Darurat, Pilot Khawatir Ada Percikan Api

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wings Air. wikipedia.org

    Wings Air. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Wings Air IW 1410 mengalami indikasi percikan api pada satu mesin (fire engine) ketika persiapan pendaratan (landing approach) di Bandar Udara Takengon Rembele, Aceh. Corporate Communications Strategic Lion Air Danang M. Prihantoro mengatakan Wings Air dengan penerbangan IW 1410 rute Bandara Internasional Kualanamu (Sumatera Utara) lepas landas pukul 08.05 menuju Bandara Takengon Rembele (Aceh).

    Penerbangan ini menggunakan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFG, membawa 4 kru, 69 penumpang dewasa, 1 anak, dan 3 bayi. Pemimpin awak pesawat adalah Capt. Jorge Armando Pinet beserta kopilot (first officer), Rahadian Ali, dan dua awak kabin, Indriyani Fuji dan Jasmine Caroline.

    "Pesawat melakukan pendaratan darurat karena adanya indikasi fire engine ketika melakukan persiapan pendaratan. Pesawat mendarat pukul 09.04 WIB," kata Danang dalam keterangan resmi, Kamis, 12 April 2018.

    Dia menambahkan, demi alasan keselamatan dan keamanan semua penumpang serta kru, pilot memutuskan memberhentikan pesawat di landas pacu (runway) dengan tujuan segera mematikan kedua mesin (engine shut down). Setelah dilakukan pengecekan pada mesin, ternyata tidak ada percikan api, hanya kesalahan informasi pada instrumen kokpit (false warning).

    Baca jugaWings Air Tambah Rute Domestik Solo-Tasikmalaya

    Pihaknya mengaku telah melakukan prosedur pendaratan serta evakuasi sesuai dengan aturan. Penumpang dan kru dalam keadaan selamat dan semuanya sudah dievakuasi menuju gedung terminal kedatangan.

    Terdapat dua penumpang terkilir ringan karena melompat dari pesawat ketika pintu sudah dibuka. Hal tersebut terjadi setelah kondisi pesawat mendarat dan mesin sudah dimatikan. Setelah itu, awak kabin langsung meminta pertolongan pertama dari ambulans yang berdekatan dengan pesawat untuk melakukan penanganan lebih lanjut kepada korban.

    "Saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan terhadap pesawat. Safety Director of Wings Air akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini untuk nanti dapat diberikan rekomendasi sehingga dapat menghindari kejadian tersebut," ujarnya.

    Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan teknisi, pengelola bandara, serta pihak terkait dalam kejadian ini. Maskapai milik Lion Air Group ini akan meminimalisasi dampak yang timbul dari kondisi penerbangan tersebut agar operasional lain tidak terganggu. "Kami menyatakan permohonan maaf kepada para penumpang beserta seluruh pihak yang terganggu dengan adanya situasi ini," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.