Penerbangan Wings Air Surabaya-Sumenep Sudah Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Bandara Trunojoyo Sumenep menyatakan jadwal penerbangan pesawat Wings Air rute Sumenep-Surabaya sudah normal kembali.

    "Insya-Allah mulai Rabu ini, kalau pun terlambat akan sekitar 15 menit, tidak seperti tiga hari belakangan ini yang terlambat hingga dua jam lebih," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu siang, 4 April 2018.

    Baca juga: Wings Air Tambah Rute Domestik Solo-Tasikmalaya

    Selama tiga hari belakangan ini, penerbangan pesawat Wings Air rute Sumenep-Surabaya molor selama dua hingga empat jam dari jadwal. Penyebabnya, kata Indra, beberapa pesawat milik Wings Air menjalani maintenance dan selanjutnya berpengaruh pada operasional pesawat secara keseluruhan.

    Sebelumnya, pengelola Bandara Trunojoyo Sumenep memang terus berkoordinasi dengan manajemen maskapai untuk menanyakan keterlambatan jadwal penerbangan pesawat hingga dua jam lebih tersebut.

    "Alhamdulillah, sesuai hasil koordinasi kami dengan manajemen maskapai pada Rabu ini, operasional pesawat ke dan dari Sumenep akan berjalan normal. Semoga saja akan terus berjalan sesuai jadwal," ujarnya.

    Wings Air mulai melayani penerbangan komersial rute Surabaya-Sumenep PP pada 27 September 2017 menggunakan pesawat ATR 72-600. Rute tersebut dilayani sekali dalam sehari, yakni Surabaya-Sumenep pada pukul 12.45 WIB dan Sumenep-Surabaya pada pukul 13.45 WIB.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.