Sabtu, 21 Juli 2018

Senegal dan Pantai Gading Beli 4 Pesawat Buatan Indonesia

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turki menggunakan pesawat CASA CN-235 sebagai pesawat intai atau surveillance dan untuk perang elektronik. Pesawat ini diciptakan oleh Indonesia, melalui PT Dirgantara Indonesia yang berkerja sama dengan CASA Spanyol. Dikembangkan pada tahun 1983 yang awalnya digunakan sebagai pesawat angkut kelas medium, kecepatan terbang CN-235 mencapai 450 km/perjam dengan jarak terbang mencapai 4.355 km. salvamentomaritimo.es

    Turki menggunakan pesawat CASA CN-235 sebagai pesawat intai atau surveillance dan untuk perang elektronik. Pesawat ini diciptakan oleh Indonesia, melalui PT Dirgantara Indonesia yang berkerja sama dengan CASA Spanyol. Dikembangkan pada tahun 1983 yang awalnya digunakan sebagai pesawat angkut kelas medium, kecepatan terbang CN-235 mencapai 450 km/perjam dengan jarak terbang mencapai 4.355 km. salvamentomaritimo.es

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menandatangani kerangka kesepakatan penjualan pesawat CN-235 dan NC-212 senilai US$ 75 juta dengan mitra bisnis Angkatan Udara Senegal dan Pantai Gading.

    "Pasar Afrika itu menjanjikan karena terdiri dari banyak negara dan secara geografis sama dengan Indonesia, jadi kebutuhan pesawat turboprop ringan dan medium itu masih banyak," kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro di BNDCC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 10 April 2018.

    Baca juga: Lagi, Senegal Berminat Membeli Pesawat CN-235 Buatan Indonesia

    Penandatanganan kerja sama itu dilakukan Elfien Goentoro dan pemimpin perusahaan Perdagangan Pertahanan Udara dari Belgia, Gaby Peretz, selaku mitra bisnis dari dua negara di Afrika itu di sela-sela Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di Bali.

    Kesepakatan tersebut untuk penjualan dua unit pesawat NC-212 seri 200 yang digunakan untuk pengawasan maritim dan satu unit CN-235 seri 220 untuk pesawat patroli maritim Angkatan Udara Senegal, serta satu unit CN-235 seri 220 untuk transportasi militer Angkatan Udara Pantai Gading.

    Elfien menambahkan penandatanganan kontrak lebih lanjut akan dilakukan pada Juli atau Agustus 2018 dan rencananya akan dikirim ke negara pembeli dalam waktu sekitar 1,5 tahun setelah melalui proses pengerjaan di Indonesia.

    Sebelumnya, pada 27 Desember 2017 PT DI telah berhasil mengirimkan pesawat CN-235 seri 220 yang bisa dimanfaatkan multiguna untuk Angkatan Udara Senegal yang diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Dakar.

    Kemudian, pada 08 Agustus 2017 mitra bisnis Senegal kembali menandatangani kontrak pembelian satu unit pesawat CN-235 seri 220 untuk patroli maritim untuk Angkatan Udara Senegal.

    Selain Senegal, pesawat CN-235 buatan PT DI juga telah digunakan oleh Burkina Faso dan Guinea.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.