Presiden Jokowi Luncurkan Roadmap Revolusi Industri 4.0

Rabu, 4 April 2018 10:51 WIB

Presiden Jokowi saat acara peresmian Pelabuhan Perikanan Untia di Makassar, 26 November 2016. Pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi Industri perikanan dengan sarana dan prasarana yang memadai. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluncurkan peta jalan dan strategi Indonesia untuk menerapkan revolusi industri jilid 4. Peta yang diberi nama Making Indonesia 4.0 itu memberikan arah bagi pergerakan industri nasional di masa depan.

Presiden Jokowi menuturkan, pemerintah perlu arahan untuk mengantisipasi revolusi industri, yang saat ini tengah berjalan karena dampaknya yang begitu besar. Mengutip laporan lembaga riset McKinsey pada 2015, dampak revolusi industri 4.0 akan tiga ribu kali lebih dahsyat dari revolusi industri pertama di abad ke-19.

Baca: Jokowi Panggil Susi dan Tiga Menteri Bahas Impor Garam

"Kecepatan perubahannya akan 10 kali lebih dan dampaknya 300 kali lebih luas," ujar Jokowi saat membuka Industrial Summit di Jakarta Convention Center, Rabu, 5 April 2018.

Di beberapa negara tetangga, revolusi ini bahkan sudah diterapkan. Jokowi mencontohkan robot pembersih lantai di Changi Airport dan robot pengantar makan di hotel di Singapura.

Untuk itu, Jokowi menjadikan peta jalan Making Indonesia 4.0 itu sebagai salah satu agenda nasional Indonesia. Kementerian Perindustrian ditunjuk menjadi koordinator program tersebut. "Saya harap kementerian lembaga lain, pemerintah daerah, dan pelaku usaha mendukung penuh program ini sesuai tugas masing-masing demi kemajuan bangsa yang dicintai," ujarnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan Making Indonesia 4.0 disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendidikan. Keterlibatan banyak pihak ini diharapkan dapat memuluskan jalannya implementasi industri 4.0 di Indonesia yang sudah dirancang sejak dua tahun lalu.

Dalam Making Indonesia 4.0, terdapat 10 inisiatif nasional yang bersifat lintas sektoral untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur. Airlangga mengatakan di dalamnya terdapat perbaikan alur distribusi barang dan material, membangun peta jalan zona industri komprehensif dan lintas industri, mengakomodasi standar berkelanjutan, serta memberdayakan industri kecil dan menengah.

Pemerintah juga merancang strategi pembangunan infrastruktur digital nasional, menarik minat investasi asing, peningkatan sumber daya manusia, dan pembangunan ekosistem inovasi. Selain itu ada rancangan insentif untuk investasi teknologi dan harmonisasi aturan.

Industri 4.0 di Indonesia akan dimulai dengan pengembangan lima sektor manufaktur yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronik. Airlangga menuturkan sektor tersebut dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar.

Melanjutkan penjelasan Presiden Jokowi, Menteri Airlangga mengatakan Making Indonesia 4.0 yang sukses mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun. "Sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik menjadi 6-7 persen pada periode 2018-2030," ujarnya. Industri manufaktur diperkirakan akan berkontribusi sebesar 21-26 persen terhadap PDB pada 2030.






Memacu Jumlah Mobil Listrik di DKI Jakarta, dan Langkah Jokowi Jawab Mahalnya Kendaraan Listrik

7 jam lalu

Memacu Jumlah Mobil Listrik di DKI Jakarta, dan Langkah Jokowi Jawab Mahalnya Kendaraan Listrik

Salah satu keunggulan menggunakan mobil listrik adalah kenyamanan dan tentunya ramah terhadap lingkungan.


2 Faktor Pengaruhi Peluang Gibran sebagai Calon Gubernur Jakarta 2024: Jokowi dan Megawati

9 jam lalu

2 Faktor Pengaruhi Peluang Gibran sebagai Calon Gubernur Jakarta 2024: Jokowi dan Megawati

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memiliki 2 faktor yang bisa mempengaruhi peluangnya sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilgub 2024.


Jokowi Bakal Bahas Upaya Perdamaian Ukraina - Rusia di Pertemuan Negara G7

12 jam lalu

Jokowi Bakal Bahas Upaya Perdamaian Ukraina - Rusia di Pertemuan Negara G7

Jokowi mengakui upaya mendamaikan Ukraina dan Rusia bukan hal yang mudah. Namun, ia menyatakan Indonesia tetap bakal mencoba hal tersebut.


Pagi Ini Jokowi Bertolak dari Jakarta untuk Temui Putin dan Zelensky

14 jam lalu

Pagi Ini Jokowi Bertolak dari Jakarta untuk Temui Putin dan Zelensky

Pagi ini Jokowi dijadwalkan menuju Munich, Jerman, sebelum berangkat ke Rusia dan Ukraina.


Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

21 jam lalu

Bahlil: Foxconn Ingin Investasi di Pengembangan Smart City IKN Nusantara

Bahlil Lahadalia mengatakan Foxconn berminat untuk investasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara, khususnya pengembangan smart city.


Subsidi BBM Kian Membebani APBN, Pengamat Energi Sarankan 3 Hal ini

1 hari lalu

Subsidi BBM Kian Membebani APBN, Pengamat Energi Sarankan 3 Hal ini

Sedikitnya ada tiga langkah yang bisa diambil pemerintah untuk menekan beban subsidi BBM dan elpiji agar menghemat APBN.


Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 34 Dibuka Hari Ini, Simak Syaratnya

1 hari lalu

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 34 Dibuka Hari Ini, Simak Syaratnya

Peserta yang lolos program pendaftaran Kartu Prakerja akan memperoleh bantuan Rp 3,55 juta.


Warga Bogor Kecewa Lahan yang Dibagikan Jokowi Disita Satgas BLBI

2 hari lalu

Warga Bogor Kecewa Lahan yang Dibagikan Jokowi Disita Satgas BLBI

178 SHM yang dahulu dibagikan Presiden Jokowi di Istana Bogor dibatalkan karena masuk dalam objek sitaan Tim Satgas BLBI. Tengah diusut Bareskrim.


Warga Jasinga Diberi Tanah oleh Jokowi Lalu Disita Satgas BLBI

2 hari lalu

Warga Jasinga Diberi Tanah oleh Jokowi Lalu Disita Satgas BLBI

Warga Jasinga, Kabupaten Bogor, kecewa tanah mereka yang didapat dari redistribusi lahan eks HGU diambil oleh Satgas BLBI


Surya Paloh Sodorkan Nama Capres ke Jokowi untuk Akhiri Era Cebong Kadrun

2 hari lalu

Surya Paloh Sodorkan Nama Capres ke Jokowi untuk Akhiri Era Cebong Kadrun

Surya Paloh mengaku menyodorkan beberapa nama capres kepada Presiden Jokowi untuk cegah polarisasi