Di Balik Investasi Rp 27,5 Triliun Alibaba di Lazada

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mempersiapkan paket belanjaan yang akan dikirim ke konsumen, di gudang penyimpanan barang Lazada di Cimanggis, Depok, 12 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja mempersiapkan paket belanjaan yang akan dikirim ke konsumen, di gudang penyimpanan barang Lazada di Cimanggis, Depok, 12 Desember 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Alibaba Group menyuntikkan dana segar senilai US$ 2 miliar atau senilai Rp 27,5 triliun ke Lazada. Tambahan modal yang memperkuat kontrol Alibaba di Lazada tersebut diharapkan mempermulus integrasi Lazada ke dalam ekosistem e-commerce Alibaba. 

    Director Corporate Affairs Alibaba Group Rico Ngai, saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa investasi terbaru tersebut merupakan bentuk keberlanjutan dukungan Alibaba atas ekspansi Lazada yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

    “Melalui investasi ini juga, integrasi Lazada ke dalam ekosistem Alibaba dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” ujarnya kepada Bisnis, Senin, 19 Maret 2018.

    Simak: Alibaba Guyur Investasi Tambahan Rp 27,5 Triliun di Lazada

    Di samping itu, penanaman modal itu turut memungkinkan Lazada menambah berbagai inovasi teknologi pada platform marketplace, kanal pembayaran, dan jaringan logistik. Alibaba berharap portofolio investasinya itu dapat menghadirkan pengalaman berbelanja kepada konsumen yang tak tersedia pada platform kompetitornya.

    Dengan investasi terbaru, Alibaba sudah mengucurkan investasi senilai US$ 4 miliar ke Lazada. Alibaba menyuntikkan dana US$ 1 miliar kepada Lazada pada 2016, lalu menambah US$ 1 miliar lagi pada pertengahan 2017.

    Melalui injeksi modal terbaru itu, Alibaba turut menempatkan senior eksekutifnya ke dalam pimpinan perusahaan Lazada. Lucy Peng, yang sebelumnya menjabat presiden komisaris di Lazada, ditunjuk sebagai CEO baru. 

    Peng menggantikan Max Bittner, yang ditempatkan sebagai penasihat senior Alibaba. Per akhir tahun lalu, kepemilikan saham Alibaba di dalam Lazada mencapai 83 persen.

    Lazada merupakan perusahaan e-commerce yang berkedudukan di Singapura. Platform belanja daring itu turut tersedia di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

    Alibaba tengah mempersiapkan berbagai amunisi untuk memenangkan konsumen e-commerce di pasar Asia Tenggara, seperti dengan merangkul Lazada. Dua kompetitor utama Alibaba di pasar Asia Tenggara merupakan Amazon, yang baru saja diluncurkan di Singapura, dan Shopee, yang berada di bawah naungan Sea Ltd.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.