Kamis, 15 November 2018

Apindo: Serapan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Masih Rendah

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyandang disabilitas mengikuti tur motor difabel saat acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2017 di Surabaya, 3 Desember 2017. Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini mengusung tema

    Sejumlah penyandang disabilitas mengikuti tur motor difabel saat acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2017 di Surabaya, 3 Desember 2017. Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini mengusung tema "Kami Juga Bisa. " ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Koordinator Wilayah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surabaya Ignatius Mardjono mengatakan serapan pekerja dari kelompok penyandang disabilitas di perusahaan masih rendah. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah diamanatkan bahwa tiap 100 pekerja, perusahaan wajib mengambil satu persen dari kelompok difabel.

    “Sejauh ini, implementasinya di lapangan belum sesuai dengan harapan undang-undang,” kata Ignatius di sela-sela kegiatan Diskusi Multi-Stakeholders dalam Isu Inklusi dan Disabilitas, yang digelar Jawa Pos Institut of Pro-Otonomi (JPIP) serta United States Agency for International Development (USAID) di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Anies Baswedan Akui Fasum Belum Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

    Menurut Ignatius, ada dua sebab mengapa penyandang disabilitas belum sepenuhnya terakomodasi di dunia usaha. Pertama, kata dia, perusahaan membutuhkan tenaga kerja penyandang disabilitas dengan kompensasi tertentu. Hal ini masih sulit dipenuhi lantaran penyandang disabilitas butuh dilatih dulu sebelum diterjunkan ke dunia kerja.

    Kedua, belum ada rekrutmen tenaga kerja oleh perusahaan. Umumnya, kata dia, dalam iklim usaha yang masih lesu, pengusaha berpikir ulang untuk merekrut pegawai baru. Sebenarnya, dia menambahkan, beberapa perusahaan, seperti industri alas kaki, garmen, kertas, dan rokok butuh pekerja difabel.

    Beberapa perusahaan yang telah merekrut pekerja disabilitas antara lain PT Young Tree, PT Wangta Agung, dan PT United Tractors. “Pekerja dari kaum difabel disukai karena mereka fokus dan loyal kepada perusahaan. Produk yang dihasilkan pun tak kalah dengan pekerja normal,” ujar Ignatius.

    Sekretaris Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprindo) Jawa Timur Ali Mas’ud mengatakan pihaknya bersedia melatih penyandang disabilitas agar siap diterjunkan ke dunia usaha. Sebab, kata dia, peluang masuk ke perusahaan masih terbuka. “PT Inti Dragon di Mojokerto dan PT Dwi Prima Sentosa di Ngawi bilang ke saya butuh tenaga difabel,” ucapnya.

    Manajer Umum PT Young Tree Kwartiva Dona Octaviana menuturkan telah merekrut pekerja dari penyandang disabilitas sejak 2016. Perusahaan sepatu di Wonoayu, Sidoarjo, itu mempekerjakan 28 difabel dari tunawicara, tunarungu, dan tunagrahita. “Bisa saja kami tambah asal kompetensinya sesuai dengan yang kami butuhkan,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.