Di Boyolali, Kebutuhan Air Industri Nanti Harus Lewat PUDAM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krisis Air Landa Ribuan Pelanggan PDAM Tangerang

    Krisis Air Landa Ribuan Pelanggan PDAM Tangerang

    TEMPO.CO, BOYOLALI - Demi menjaga keberlangsungan sumber air serta melindungi kelestarian daerah tangkapan air, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Kabupaten Boyolali kini tengah menggodok materi Peraturan Daerah untuk pemanfaatan sumber air di bidang industri dan usaha lainnya.

    "Kelihatannya Perda ini yang pertama kali di Indonesia," kata Direktur Utama PUDAM Tirta Ampera Boyolali, Cahyo Sumarso, saat ditemui Tempo di kantornya pada Rabu, 21 Februari 2018. Dengan Perda tersebut, penguasaan serta pengelolaan sumber air oleh industri dan usaha musti melalui pelayanan sumber mata air baku dari PUDAM selaku kepanjangan tangan pemerintah. 
     
    Cahyo mengatakan, Perda tentang pemanfaatan sumber air untuk industri dan usaha tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 dan 121 Tahun 2015 ihwal pengelolaan air menjadi hak mutlak negara yang akan dikuasakan kepada Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah.
     
    Selain mengatur hal ihwal pemanfaatan sumber air, Perda tersebut juga memuat sanksi bagi pihak industri dan para pelaku usaha yang melakukan eksploitasi air secara berlebihan. "Dengan demikian bisa mencegah pengeboran air tanah yang tidak terkendali oleh pihak swasta," kata Cahyo. Namun, Perda ini tidak berlaku untuk rumah tangga dan pertanian.
     
    Jika PUDAM belum bisa melayani kebutuhan air untuk industri dan usaha karena keterbatasan sumber, Cahyo menambahkan, PUDAM akan mengeluarkan rekomendasi agar pihak swasta tersebut mengelola sumber mata air baku lain sementara waktu. "Jadi tetap harus ada rekomendasi dari kami jika ada perusahaan yang terpaksa melakukan pengeboran air dulu karena belum terjangkau layanan dari PUDAM," kata Cahyo.
     
    Jika pelayanan dari PUDAM sudah bisa menjangkau perusahaan tersebut, Cahyo berujar, sumber air dari hasil pengeboran sebelumnya akan diambil alih oleh PUDAM. "Lebih detailnya soal itu masih dalam pembahasan intensif. Semoga rancangan Perda ini cepat selesai dan bisa segera disahkan pada tahun ini," ujar Cahyo.
     
    Meski rancangan Perda tentang pemanfaatan sumber air tersebut masih dalam tahap penyusunan, sejumlah industri dan usaha di Boyolali sudah menyanggupi ide pokoknya. "Kemarin sudah ada kesepakatan dengan manajer Angkasa Pura soal kebutuhan air baku di Bandara (Adi Sumarmo) akan dipasok PUDAM. Sebelumnya Angkasa Pura mengebor sendiri, tapi sekarang sudah setuju untuk kami layani," kata Cahyo
     
    Menurut Cahyo, Perda tentang pemanfaatan sumber air untuk industri dan usaha ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Boyolali Seno Samodro yang menginginkan Boyolali sebagai kabupaten pro investasi namun tetap mengutamakan kelestarian alam dan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.
     
    Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) menjadi kunci utama bagi daerahnya untuk mempercepat pembangunan tanpa mengesampingkan masalah lingkungan. "Lahan-lahan tandus yang tidak produktif justru jadi ladang emas di Boyolali. Lahan-lahan subur, daerah tangkapan air, tidak mungkin saya senggol RTRW-nya. Punya sawah subur tapi dikeringkan untuk alihfungsi, sampai 10 tahun pun izinnya tidak bakal turun," kata Seno kepada Tempo.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.