Menhub Sebutkan Penyebab Proyek Kereta Api di Kalimantan Tertunda

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mencoba skyline menuju terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, 5 Desember 2017. Dalam uji coba itu Budi Karya mengatakan masih terus mengkaji masalah tarif kereta tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mencoba skyline menuju terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, 5 Desember 2017. Dalam uji coba itu Budi Karya mengatakan masih terus mengkaji masalah tarif kereta tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek pembangunan kereta api di Kalimantan belum dapat dilaksanakan.

    Pernyataan tersebut disampaikan Budi di Istana Presiden seusai sidang kabinet paripurna pada Senin, 12 Februari 2018. Dia memberikan keterangan mengenai potensi proyek infrastruktur yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan target.

    “Saya pikir kereta api, karena ada kereta api yang diinisiasi swasta di Kalimantan. Karena batu bara tidak terlalu baik, jadi infrastruktur di Kalimantan belum dilaksanakan,” katanya.

    Baca juga: Proyek Kereta Api di Kaltim, Investor Rusia Siapkan Rp 48 Triliun

    Menurut Budi, investor swasta proyek kereta api di Kalimantan itu meminta jaminan kepada pemerintah. Kendati demikian, pemerintah tidak bisa memberikan jaminan tersebut.

    Investor swasta yang menggarap proyek kereta api di Kalimantan itu adalah PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan perkeretaapian asal Rusia, JSC Russian Railways. “Total investasi diperkirakan mencapai US$ 3,7 miliar (sekitar Rp 48 triliun),” kata Deputy CEO Kereta Api Borneo Vladimir Volkov di Balikpapan pada Selasa, 11 Juli 2017.

    KAB akan menggarap jalur utara sepanjang 270 kilometer yang membentang dari Tabang, Kutai Kertanegara menuju Melak, Kutai Barat. KAB juga akan membangun rel kereta api sepanjang 305 km dari Penajam sampai Kutai Barat atau jalur selatan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.