Rupiah Melemah 6 Hari Berturut-turut, Merosot Hingga Level 13.600

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah di hari keenam berturut-turut pada perdagangan hari ini, Kamis, 8 Februari 2018.

    Rupiah ditutup melemah 0,37 persen atau 50 poin di Rp 13.605 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.584-Rp 13.641 per dolar AS.

    Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau menguat 0,31 persen atau 0,283 poin ke level 90,538 pada pukul 16.41 WIB setelah dibuka dengan pelemahan 0,01 persen di posisi 90,245.

    Baca juga: Rupiah Tembus Rp 13.600 per Dolar AS, BI: Ada Penyesuaian Pasar

    Indeks dolar AS bergerak stabil pada saat volatilitas pada pasar finansial global mereda dengan sebagian investor mulai beralih kembali dari aset safe haven ke saham.

    Sebagian besar faktor penguatan dolar ditengarai karena kelemahan euro pasca laporan pemimpin Demokrat Sosial Jerman (SPD) Martin Schulz yang tidak akan mengambil alih posisi sebagai menteri keuangan untuk ekonomi terbesar Eropa itu, demikian dilansir dari Reuters.

    Jatuhnya euro dipercepat setelah pembuat kebijakan European Central Bank (ECB) Ewald Nowotny mengatakan bahwa AS sengaja melemahkan dolar AS.

    “Jadi Anda melihat anggota ECB yang sedang membahas manipulasi AS terhadap dolar yang lebih lemah, dan ECB tidak menyetujuinya,” kata Douglas Borthwick, kepala FX di Chapdelaine Foreign Exchange di New York.

    Baca juga: Mayoritas Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Masih Tertahan Pelemahan

    Kendati demikian, analis memprediksi bahwa kelemahan euro hanyalah bersifat sementara mengingat investor lebih menyukai euro yang terlihat tumbuh lebih cepat daripada dolar AS.

    “Kami mengekspektasikan dolar menguat terhadap beberapa mata uang seperti euro hanya dalam jangka pendek. Kami prediksikan dolar yang lebih lemah ke depan,” Borthwick melanjutkan.

    Pagi tadi, rupiah dibuka dengan pelemahan 0,30 persen atau 40 poin ke level Rp 13.595 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Rabu, 7 Februari 2018, rupiah ditutup terdepresiasi 0,11 persen atau 15 poin di posisi Rp 13.555.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.