Selasa, 21 Agustus 2018

Pesan Jokowi ke Warga: Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antusias warga saat berfoto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya di proyek meninjau Embung Sitiung di Nagari Sungai Duo, Sumatera Barat, 7 Februari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Antusias warga saat berfoto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya di proyek meninjau Embung Sitiung di Nagari Sungai Duo, Sumatera Barat, 7 Februari 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Dharmasraya - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan masyarakat di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, untuk berhati-hati mengagunkan sertifikat tanah ke bank. "Biasanya mau dipakai untuk jaminan bank atau agunan ke bank, tidak apa-apa. Tapi tolong, sebelum ini dimasukkan ke bank, dihitung dahulu, dikalkulasi dulu, bisa mencicil bulanannya atau tidak," katanya dalam sambutannya saat penyerahan sertifikat tanah di GOR Dharmasraya, Rabu, 7 Februari 2018.

    Jokowi berharap masyarakat nantinya tidak menggunakan dana dari bank untuk hal-hal yang konsumtif, seperti membeli mobil baru. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan warga dapat memanfaatkan dana dari agunan sertifikat untuk modal kerja atau investasi.

    Baca: Jokowi Akan Resmikan Ground Breaking Tol Padang-Pekanbaru

    Sebab, jika dana dari agunan bank hanya digunakan untuk membeli kendaraan baru secara konsumtif, hal itu dapat memperbesar potensi kehilangan sertifikat lahan karena ditarik bank. "Kalau nanti ada untung sebulan Rp 10 juta, alhamdulillah, ditabung. Kalau sebulan lagi untung Rp 10 juta, ditabung, alhamdulillah. Dapat Rp 5 juta lagi, tabung. Baru (kalau) mau beli sepeda motor atau mobil, silakan. Tapi dari keuntungan, bukan dari pinjaman," ujar Jokowi.

    Dalam kunjungannya ke Sumatera Barat, Jokowi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga meninjau Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI/irigasi kecil) di Bahari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Jokowi saat itu menanyakan langsung berapa upah yang diperoleh. 

    Khusus untuk di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengalokasikan Rp 33 miliar untuk program irigasi kecil di 150 lokasi, sementara untuk peningkatan irigasi Rp 40 miliar. Sebelumnya, program sejenis (irigasi kecil) yang juga dikunjungi Presiden adalah Lampung Rp 33,5 miliar untuk 151 lokasi, Sumatera Selatan Rp 41 miliar (180 lokasi), dan Tasikmalaya, Jawa Barat, Rp 159 miliar (711 lokasi).

    Adapun secara nasional, pada tahun ini dialokasikan Rp 1,2 triliun di 5.000 lokasi untuk irigasi kecil dan peningkatan irigasi Rp 1,7 triliun di 5.600 lokasi. "Jadi total Rp 2,8 triliun di 10.200 lokasi di seluruh Indonesia," ucap Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso saat mendampingi Presiden Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.